Lalat Hijau Serbu SMP PGRI Sukamakmur, Kadinkes: Pelajar Terancam Penyakit Diare

Lalat hijau menyerbu SMP PGRI Sukamakmur. (Age | Pakar)

CIBINONG – SMP PGRI Sukamakmur di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, diserbu ribuan lalat hijau.

Ribuan lalat hijau itu menyerang beberapa kelas. Binatang itu tak hanya hinggap di lantai dan dinding sekolah, tapi juga mengerubuti setiap makanan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor pun angkat bicara soal ribuan lalat hijau yang mengancam kesehatan pelajar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina membenarkan jika ribuan lalat yang mengerubuti SMP PGRI Sukamakmur mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar.

“Harus kita cek, dan kita tinjau karena kalau ribuan lalat itu hinggap ke makanan para siswa di saat waktu istirahat, siswa tersebut nantinya akan terkena dampak penyakit diare,” katanya.

Dirinya juga mengimbau kepada para pelajar untuk menutup makanan sebelum dikonsumsi saat waktu istirahat.

“Siswa juga harus bisa menutup makanan. Jangan sampai lalat itu hinggap ke makanan yang akan dikonsumsi. Kami juga nanti akan berkordinasi dengan Puskesmas Sukamakmur untuk menindaklanjuti masalah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukamakmur, Linda Lia mengaku saat ini pihaknya belum mengetahui soal adanya ribuan lalat yang menyerbu SMP PGRI Sukamakmur.

“Kita belum mendapatkan laporan adanya kasus ini, dan kita juga sudah mengecek bahwa belum ada kasus penyakit diare,” katanya.

Dirinya menuturkan, pihaknya akan melakukan pengecekan adanya ribuan lalat yang menyerbu SMP PGRI Sukamakmur tersebut. “Nanti akan kita cek bersama pemerintah kecamatan,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala SMP PGRI Sukamakmur, Maryati mengeluhkan soal ribuan lalat yang mengganggu aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM).

“Cukup kesal juga, banyak sekali lalat hijau yang menganggu PTM di SMP PGRI Sukamakmur, dan lalat ini sudah ada sejak 15 hari yang lalu,” keluhnya.

Maryati menambahkan, pihaknya bakal berkordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengatasi permasalahan yang ada di lingkungan sekolahnya.

“Nanti kita coba untuk berkordinasi dengan Pemerintah Desa dan RT/RW karena ini sudah fatal, mengganggu kegiatan belajar mengajar. Terlebih lagi, kita malu saat kedatangan tamu, banyak lalat yang mengerumuni setiap yang datang,” jelasnya. =AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.