Lakukan Upaya Penegakan Hukum, KONI dan Kejari Bogor Perpanjang MoU

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Moch Benninu Argoebie (kedua dari kanan) berfoto dengan pihak Kejari, usai penandatangan perpanjangan Memorandung of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor yang berlangsung di Aula Kejari, Selasa (7/5/2024). IST

BOGOR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, melakukan Memorandung of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor yang berlangsung di aula kejari, Selasa (7/5/2024).


Dalam keterangannya, Ketua Umum KONI Kota Bogor, Moch Benninu Argoebie mengatakan, kerjasama ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa, dan selalu diperpanjang setiap tahunnya.


“Sempat tertunda karena kesibukan cukup padat, sehingga baru sekarang bisa dilanjutkan lagi kaitan dengan MoU antara KONI dengan Kejari Bogor,” kata Moch Benninu Argoebie, kepada awak media, Selasa (7/5/2024).


Benn-sapaan karibnya-melanjutkan jika tujuan kerjasama KONI Kota Bogor dengan Kejari Bogor untuk mengawal segala kebijakan-kebjakan terkait penggunaan anggaran.


Pertama, anggaran untuk pelaksanaan kegiatan KONI setiap tahunnya. Yang kedua, sedang mempersiapkan focus group discussion (FGD) dengan kejari untuk pengamanan persiapan anggaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.


“Kota Bogor sebagai tuan rumah, makanya FGD dengan kejari untuk mengetahui bagaimana mekanisme penganggarannya, kebijakan-kebijakan apa yang diambil. Kami mulai dari sekarang,” beber mantan atlet menembak itu.


Benn dengan bangga mengungkapkan jika kerjasama dengan salah satu unsur penegak hukum itu adalah yang pertama di Indonesia. Diinisiasi KONI Jawa Barat bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Kemudian diturunkan ke seluruh KONI daerah di Indonesia.


“Saat dilakukan studi banding oleh KONI se-Indonesia, belum ada yang seperti ini. Saat ini sudah mulai diikuti,” ucapnya.


Disisi lain, Benn menyebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp290 miliar untuk dana operasional Porprov Jabar 2026. Jumlah itu belum termasuk renovasi dan pemakaian venue. “Dibutuhkan Rp500 miliar,” sebutnya.


“Ada beberapa venue milik swasta, dan intervensi venue di Kota Bogor. Sementara belum ada yang akan dibangun,” kata Benn. =ADI/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.