Lakukan Pencemaran Lingkungan, Lapak Tambang Ilegal Dibakar Warga Pangradin

Lapak tambang ilegal yang dibakar oleh warga Pangradin karena telah mencemari lingkungan. Firman | Pakar

JASINGA – Ratusan warga Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor membakar beberapa lokasi tambang ilegal, Minggu (12/011/23).

Aksi tersebut lantaran sumber mata air milik warga tercemar limbah kimia berbahaya, bahkan hal tersebut sudah dialami warga sejak lama, sehingga tidak ada solusi dari pemerintah dan akhirnya warga bergerak sendiri membakar lapak tambang ilegal.

“Iya betul, intinya para penambang ilegel mencemari sumber air yang dipergunakan oleh masyarakat sekitar, air sungai jadi tercemar karena air tersebut digunakan untuk minum, mandi dan mencuci, jadi saat ini tercemar limbah kimia,” ungkap Kapolsek Jasinga Kompol Joni Handoko

Ia mengatakan, ada beberapa peti tambang yang tengah melakukan penggalian bahkan turut serta diamuk oleh warga sekitar. “Saya tidak tau berapa jumlahnya karena saya tidak ikut kesana, karena medannya sangat jauh serta rute yang curam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, keberadaan para penambang ilegal tersebut sudah sejak lama berada dilokasi tersebut, yang lebih mirisnya para penambang bukan asli warga sekitar. “Dari tahun 2008 sampai sekarang dan informasinya itu yang kami terima, sepengetahuan saya sudah lama lokasi tersebut dijadikan tambang ilegal. Ya intinya campuran ya, yang pada intinya bukan warga Pangradin,” katanya.

Ia menjelaskan, dari hasil investigasi timnya dan juha menurut pengakuan kepala desa setempat para penambang sudah beberapa kali diingatkan dan ditegur agar berhenti melakukan kegiatan penambangan.

Lebih lanjut, dalam aksi tersebut warga sekitar turut membakan peti milik para penambang, beruntungnya tidak ada bentrokan antara warga dan para penambang. “Iya saung-saungnya dibakar oleh warga dan itu spontanitas dilakukan oleh warga setempat, beruntungnya tidak ada bentrokan antar warga dan para penambang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangaradin, Deni Setiabudi mengatakan, dengan berlangsungnya aktivitas tambang ilegal sumber mata air milik warga tercemar limbah berbahaya. “Diduga Air yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari sekarang tercemar oleh zat-zat beracun, mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup untuk penduduk setempat,” ujarnya.

Ia juga meminta agar dinas terkait serta penegak peraturan daerah segera melakukan tindakan tegas bagi para penambang ilegal. “Tentu kami menekankan bahwa tindakan ini penting untuk melindungi masyarakat dan ekosistem alam di Desa Pangradin.” tukasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.