Laju Ekonomi di Kabupaten Bogor Merosot Hingga Minus 1,77 Persen Dihantam Pandemi

Bupati Ade Yasin bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto dalam kegiatan Focus Group Discussion di Ruang Serbaguna DPRD, Selasa (7/9/2021). Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Bupati Ade Yasin menyebut, laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor selam Pandemi Covid-19 melanda, merosot tajam. Dari 5,85 persen ditahun 2019, menjadi minus 1,77 persen ditahun 2020.

Ade Yasin mengatakan jika hal tersebut merupakan pekerjaan rumah yang cukup sulit terselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Apalagi, hingga saat ini Pandemi Covid-19 masih terus melanda dan belum diketahui kapan akan berakhir.

“Ini menjadi PR kita untuk memulihkan kembali ekonomi yang terpuruk. Berbagai upaya pun telah kami lakukan baik melalui kebijakan ataupun menganggarkan secara khusus pemulihan tersebut melalui APBD,” kata Ade Yasin dalam kegiatan Focus Group Discussion di Ruang Serbaguna DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (7/9/2021).

Turunnya laju ekonomi tersebut merupakan dampak daripada tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bogor.

Menurut Ade Yasin, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bogor meningkat. Dari 9,06 persen ditahun 2019 naik menjadi 14,29 persen ditahun 2020.

Tak hanya itu, hal tersebut juga berdampak pada meningkatnya penduduk miskin di Kabupaten Bogor. Dari 6,66 persen ditahun 2019, menjadi 7,69 persen ditahun 2020.

Untuk meningkatkan kembali laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka pengangguran, kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menyelesaikan masalah sosial, Pemkab Bogor mengaku telah melakukan kajian dengan menfokuskan diri pada persoalan-persoalan tersebut.

“Fokusnya adalah, peningkatan daya beli, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan produksi dan pemasaran, dan penguatan dunia usaha,” jelas Ade Yasin.

Kata dia, pada tataran implementasi, upaya pemulihan ekonomi daerah, dibagi ke dalam dua jenis kegiatan yaitu berupa regulasi atau kebijakan dan berupa program kegiatan perangkat daerah.

“Beberapa kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi daerah diantaranya, relaksasi pajak dan kemudahan investasi, pendekatan pelayanan publik ke masyarakat dengan membuka pelayanan publik di Gerai Pelayanan Publik di Aeon Mall dan rencana pembangunan Mall Pelayanan Publik, memaksimalkan tenaga masyarakat sekitar dalam pelaksanaan program fisik atau padat karya,” terangnya.

Selain itu, Pemkab Bogor juga berupaya meningkatkan produksi pangan dan mendorong kemandirian ketahanan pangan keluarga. Memaksimalkan pengembangan komoditas yang tidak terdampak saat pandemi misalnya bunga, tanaman hias, ikan hias dan lain-lain. Meningkatkan peran ASN maupun masyarakat dalam program ”Bela Beli Produk UMKM”, misalnya beras Carita Makmur dan produk pertanian maupun produk UMKM lain.

Lalu, memaksimalkan peranan dunia pendidikan dan BUMD dalam mendorong pemasaran digital untuk produk UMKM dan pertanian, serta mendorong pemanfaatan lahan tidur oleh masyarakat agar lebih produktif.

“Adapun yang berupa program kegiatan, kami prioritaskan untuk memaksimalkan pengembangan produk atau jasa unggulan Kabupaten Bogor pada bidang pariwisata, ekonomi kreatif, IKM dan UMKM, pertanian, serta bidang industri dan manufaktur,” papar Ade Yasin.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta Pemkab Bogor untuk memposisikan diri yang semestinya.

Sejauh ini, dia melihat masih ada egoisme dari pemerintah yang lebih mengedepankan program yang bukan prioritas. Misalnya pada sektor pendidikan yang seharusnya mengutamakan program mengajar membangun manusia bukan pada pembangunan infrastruktur sekolah

“Sesuai dengan Karsa Bogor Cerdas, investasi terbaik hari ini adalah investasi sumber daya manusia. Kemudian karsa-karsa yang lain tentunya bukan hanya sebuah jargon, tapi ini sebuah program yang apabila implementasinya dilakukan dengan maksimal sesuai dengan visi dan misi kepala daerah, saya yakin percepatan pemulihan ekonomi dapat terealisasi dengan mudah,” kata Rudy.

Politisi Gerindra ini pun meminta langkah konkret dari Pemkab Bogor untuk membangkitkan kembali gairah ekonomi yang terpuruk akibat Pandemi Covid-19.

Dia mengaku siap mendukung setiap langkah Pemkab Bogor selama berada dalam posisi yang semestinya dilakukan, untuk memulihkan kondisi yang sangat memperhatikan saat ini.

“Kalau kita ingin memulai percepatan pemulihan ekonomi ini, tentunya semua langkah harus betul-betul mengena. Caranya dengan integrasi program kegiatan antar SKPD,” jelas Rudy. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.