Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Pada Libur Lebaran Tahun Ini Naik 30 Persen

Pengunjung wisata Cimory Dairyland saat diperiksa suhu tubuhnya. IST

CIBINONG – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Deni Humaedi mengklaim kunjungan wisatawan pada libur lebaran 2022 ini mulai mendekati normal menyusul adanya pelonggaran.

Menurutnya, dari awal Disbudpar telah mengantisipasi akan adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor khususnya ke kawasan Puncak dengan melakukan upaya-upaya penerapan Prokes.

“Iyah lebaran tahun ini kunjungan wisata mendekati normal terlebih dengan adanya pelonggaran,” ujar Deni Humaedi kepada wartawan, Selasa (10/5/2022)

Objek wisata seperti TSI, Cimory Dairyland dan TWM serta Jungleland, kata dia, memang lebih banyak dikunjungi pada tahun ini dan selebihnya lokasi-lokasi wisata alam.

“Untuk wisata seperti TSI dan TWM memang belum sehebat sebelum Pandemi, tapi sudah ada kenaikan kalau di masa pandemi ini,” jelasnya.

Hal itu setelah Disbudpar melalukan pemantauan ke sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Bogor selama libur lebaran ini.

Sementara, Kepala Bidang Destinasi pada Disbudpar, Yogi Tritugastyo mengatakan, kunjungan wisata pada lebaran tahun 2022 ini masih pada tahap PPKM level 2 dimana pengunjung masih dibatasi hingga 75 persen.

Artinya, sambung dia, kunjungan belum seperti sebelum Pandemi. Namun begitu, dari tahun 2020 sampai tahun 2022 ini ada peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan.

Tujuan wisatawan, lanjut dia tetap pada lokasi wisata seperti Jungleland, TSI, TWM dan Cimory Dairyland. Sementara, objek wisata alam seperti air terjun dan tempat camping masih menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berwisata murah.

“Kalau secara persentase darai hasil monitoring dan evaluasi ada kenaikan kunjungan wisatawan sampai 30 persen di libur lebaran kali ini,” ucap Yogi kepada wartawan, Selasa (10/5/2020).

Terpisah, Humas Taman Safari Indonesia (TSI) Hafiena Haddad mengaku jika kunjungan ke TSI masih jauh dari sebelum Pandemi.

Meski demikian, jika dilihat dari grafik selama Pandemi memang ada peningkatan hingga 35 persen. “Masih jauh kalau bicara ke normal seperti sebelum Pandemi,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.