KUD Sumber Alam Nyatakan Harga Gas 3 Kg Tidak Naik

Yayat Supriyatna kepala Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Alam. Jefry | Pakar

DRAMAGA – Meroketnya harga Gas 3 Kilogram ukuran Tabung Melon hingga menembus Rp. 22 Ribu yang terjadi di beberapa wilayah di Kawasan Dramaga, sejak sepekan ini sudah membuat ibu ibu rumah tangga dan para pedagang gorengan gelisah.

Melonjaknya harga gas ukuran tiga kilogram tersebut terjadi bertepatan menjelang Natal dan mendekati Tahun Baru. Mau tak mau yang awalnya para ibu ibu dan para penjual gorengan selalu merogoh kocek Rp. 20 ribu, kini sambil menggerutu terpaksa harus mengeluarkan uang tambahan sebesar Rp2 ribu.

“Padahal harga gas yang dinaikan oleh pemerintah adalah ukuran 12 kilogram, kok malah yang ukuran tabung 3 kilogram ikut ikutan naik sih,” kesal Ucok pedagang Cireng yang mangkal di depan Kantor Desa Babakan Dramaga kepada Pakar Online.

Lanjut dia, ulah pemilik warung yang semena mena menaikan harga eceran gas 3 kg hingga ke level Rp. 22 Ribu setiap hari besar, dinilai selalu cari kesempatan mendapatkan untung pada setiap moment hari penting .

“Gimana ini, semakin kemari semua penjual eceran Gas ukuran 3 kg malah semakin se enake Dewe cari untung besar ditengah kesulitan warga ditengah pandemik covid19 ini. Untuk itu saya memohon kepada pemerintah Kabupaten Bogor dan Kecamatan Dramaga agar segera lakukan sidak dan kenakan sangsi bagi pedagang eceran nya yang nakal,” tukasnya.

Yayat Supriyatna kepala Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Alam salah satu pangkalan Gas Ukuran 3 kg jenis tabung melon terbesar di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga menegaskan, jika sampai saat ini harga untuk Gas ukuran 3 kg dipangkalannya tidak ada kenaikan. “Harga dipangkalan masih Rp16 ribu dan tidak ada kenaikan,” jelasnya.

Kenaikan terjadi sambungnya, hanya untuk gas dengan ukuran 12 kg. “Sedangkan untuk Gas ukuran 3 kg tidak ada kenaikan di pangkalan dan masih Rp. 16 ribu saja,” tutupnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.