Kubu Pilwakot Bogor

Redaktur Pelaksana Harian PAKAR, Roy Andi. IST

Perjalanan pemilihan wali kota (Pilwalkot) Bogor tahun 2024 ini menarik untuk diikuti. 

Terlebih sampai akhir Juni saja, dari sekian banyak calon yang sudah mendeklarasikan diri atau mendaftar ke sejumlah partai politik (Parpol) untuk menjadi calon wali kota (Cawalkot) Bogor.

Baru ada satu calon yang sudah dinyatakan bisa maju ke panggung pilkada, yakni Atang Trisnanto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), karena partainya sudah memenuhi syarat sebagai peserta Pilwalkot Bogor dengan memiliki 11 kursi di DPRD Kota Bogor, sebagai raihan pileg lalu. 

Jika PKS tidak melakukan koalisi dengan partai lain, maka mereka tinggal mencari calon pendamping Atang, yang bisa saja muncul dari kalangan ASN Kota Bogor bahkan publik figur seperti artis atau selebgram.

Lalu bagaimana nasib cawalkot lainnya seperti Dedie A Rachim yang sampai saat ini baru mendapat rekomendasi dari PAN dan surat tugas dari Partai Demokrat.

Kemudian, Dokter Raendi Rayendra dimana sementara mendapatkan dua surat tugas dari PKB dan PDIP.

Nama berikutnya, adalah Sendi Fardiansyah, Jenal Mutaqin, Rusli Prihatevy, Aji Jaya, Eka Maulana dan nama lainnya yang saat ini masih belum bisa dipastikan akan maju dari partai mana saja.

Memang banyak spekulasi atau perkiraan yang mengatakan, jika Sendi Fardiansyah nantinya akan diusung oleh Gerindra, Nasdem, PSI, PKB (yang awalnya ke Rayendra) dan partai lainnya bahkan termasuk Golkar.

Kalau perkiraan itu terjadi, tentu Sendi akan berhadapan dengan kubu atau poros dari PKS yang bisa saja berkoalisi dengan PDIP, kemudian memajukan pasangan Rayendra-Atang atau sebaliknya.

Sehingga jadi pertanyaan, bakal berlabuh kemana kah Partai Persatuan Pembangunan (PPP)?. 

Apakah PPP ikut dengan Dedie A Rachim sehingga jika dijumlahkan kursi PAN, Demokrat serta PPP akan menjadi 11 kursi (lolos sebagai peserta pilkada).

Kemudian bisa saja, jika partai berlambang Kabah ini ternyata memilih ikut masuk ke kubu Sendi atau opsi terakhirnya, bergabung di koalisi PDIP-PKS. 

Memang semua prediksi-prediksi ini masih belum bisa dipastikan, karena proses menuju ke arah koalisi dan penentuan calon yang bakal mendapatkan rekomendasi atau tiket parpol, terus berjalan dengan dinamis. 

Bahkan perkiraan di atas bisa mentah semua, karena ada kejutan-kejutan yang tidak terprediksi sebelumnya. 

Bukan tidak mungkin, justru ada sosok yang sebelumnya tidak diunggulkan atau tidak melakukan ‘promosi diri’ lewat baliho serta spanduk malah jadi peserta Pilwalkot Bogor.

Jelas, di bulan Juli ini akan sangat menarik untuk diikuti perkembangan Pilwalkot Bogor. 

Karena, waktu untuk ‘pertandingan’ sudah mepet, sehingga partai termasuk calon peserta harus segera menyiapkan diri semuanya, agar bisa meraih target kemenangan di pilkada. 

Namun, jika ada calon yang sudah gembar-gembor dari jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk ikut pilwalkot tapi pada akhirnya tidak kebagian tiket.

Ya, bersabar saja karena memang belum garis tangannya. Ulah maksakeun pokona mah.(*) 

Penulis: 

Roy Andi

Redpel Harian Pakuan Raya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.