KTD Abimantra Sabet Juara Lomba Urban Farming Tingkat Jabar

KTD Abimantra di Kecamatan Tanah Sareal yang meraih juara ke 2 dalam lomba Urban Farming tingkat Jawa Barat. (Ist)

BOGOR – Kelompok Tani Dewasa (KTD) Abimantra, Kelurahan Kencana, Tanah Sareal, Kota Bogor sabet juara dua pada lomba Urban Farming Lestari Untuk Pemulihan Ekonomi Jawa Barat tingkat Provinsi Jawa Barat 2021.

Keberhasilan itu tak terlepas hasil daripada pembinaan dan bimbingan Dinas Ketahanan dan Pangan (DKPP) Kota Bogor yang selama ini terus berupaya memberikan yang terbaik untuk kelompok kelompok tani yang ada di Kota Bogor.

Dengan raihan prestasi tersebut, Kepala DKPP Kota Bogor Anas Rasmana mengaku bersyukur dan bangga, terutama ucapan terima kasih kepada Wali Kota Bogor yang menggagas dan menginisiasi urban farming menjadi Bogor Berkebun yang dilaunching pada 4 November 2020 lalu. “Ini menjadi semangat saya, karena lebih sistematis urban farming di perkotaan,” ujar Anas, Selasa (7/12/2021)

Dalam program urban farming ini, kata Anas, ada enam hal yang ditingkatkan, pertama adalah peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pertanian perkotaan, lahan tidur dijadikan lahan pertanian”Jadi sebagai output nya semakin banyak kelompok tani, KTD, KWT, KTT semakin banyak karena lahan yang dimanfaatkan,” kata Anas.

Kedua, peningkatan produksi pertanian baik konsumsi maupun tanaman hias dan hasilnya ternyata luar biasa untuk tanaman hias sendiri sampai 1,7 triliun ekspornya, dan ini mempengaruhi peningkatan PDB 40 persen. Ketiga, peningkatan pendapatan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi paska Covid-19 Delta.

“Alhamdulillah bagaimana pun kita berusaha setelah covid sendiri mencapai level satu dan vaksinasi sudah 90 persen, kita menyiapkan masyarakat mulai baik untuk kembali mengeluti ekonomi dan pertanian menyumbang salah satu bukti KTD Lawang Gintung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada DKPP Kota Bogor, Sonny Gumelar memaparkan, prestasi yang saat ini dicapai KTD Abimantra itu merupakan hasil pembinaan DKPP yang cukup panjang.

“Ini adalah proses perjalanan panjang ketika mereka memulai kegiatan pertanian perkotaan yang secara terstruktur dan sistematis mulai dari penataan lahan, pembentukan lahan sampai dengan lahan itu ditanam,” paparnya.

“Beberapa kelompok diantara mereka tentu yang sudah berjalan kegiatannya kita lakukan monitoring dan evaluasi aktivitas nya seperti apa, dari situ kita mendapatkan informasi tentang apa yang dilakukan kelompok ketika ada kelompok yang melakukan kegiatan tidak sesuai dengan secara teknis ya kita berikan arahan dan pedoman untuk melakukan itu,” tambah Sonny.

Ia menambahkan dalam lomba tersebut pihaknya tidak tahu apa saja yang menjadi metode penilaian yang dilakukan juri. Hanya saja pihaknya memberikan pembinaan dan juga gambaran tentang lomba.

“Sebelumnya kita pilih 6 kelompok tani terbaik, kemudian dari 6 kelompok itu dipilih satu untuk di delegasikan mengikuti lomba urban farming tingkat Jawa Barat yaitu KTD Abimantra, dan ini lomba tingkat Jabar yang pertama,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dipilihnya KTD Abimantra itu tentu melalui pertimbangan yang matang, sebab KTD ini terlihat aktivitas dinamikanya bagus, kemudian tanamannya juga bagus secara konsep sudah sesuai arahan, termasuk juga KTD ini memanfaatkan teknologi.

“Yang menarik di sana (KTD Abimantra) sudah ada peternakan, barangkali tinggal kegiatan peternakan itu dieksplor lebih jauh lagi, termasuk mengeksplor kegiatan perikanan yang sudah ada di sana, sehingga terintegrasi antara budidaya perikanan, peternakan dan pertanian tanaman holtikultura. Saya berharap KTD Abimantra ini menjadi motivasi bagi KTD, KWT, KTT lain yang ada di Kota Bogor dimana hasilnya itu tentu buat kelompok dan juga masyarakat sekitar,” tutupnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.