KPU Rancang Pembangunan TPS Lokasi Khusus Pilkada, Prosesnya Dimulai Hari Ini

Ilustrasi TPS Lokasi Khusus. IST

CIBINONG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, mulai merancang pembangunan Tempat Pemungutan Suara (TPS) lokasi khusus untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 November mendatang.

Pada pembangunan TPS tersebut, KPU memiliki waktu sekitar satu bulan untuk menampung pengajuan dari lokasi khusus yang nantinya dibangun TPS, terhitung mulai hari ini, 24 Juni 2024 hingga 24 Juli 2024.

Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi pada KPU Kabupaten Bogor, Asep Saeful Hidayat mengatakan, TPS non reguler ini disediakan untuk warga Jawa Barat yang pada hari pencoblosan tidak berada di lokasi sesuai dengan domisili kartu tanda penduduk (KTP).

“Adapun tempat-tempat yang diperbolehkan memiliki TPS Lokus (lokasi khusus) adalah rumah tahanan (rutan) atau lembaga permasyarakatan, panti sosial atau panti rehabilitasi, tempat relokasi bencana, daerah konflik, pertambangan atau perkebunan, dan lokasi lainnya dengan syarat-syarat tertentu,” kata Asep kepada wartawan.

Selain itu, lanjutnya, TPS lokasi khusus ini didirikan untuk memastikan waga Jawa Barat yang saat ini menetap sementara di Kabupaten Bogor. Sehingga warga tetap bisa menggunakan hak suaranya untuk memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Tujuan serupa juga untuk memastikan warga Kabupaten Bogor tetap bisa memilih Bupati dan Wakil Bupati.

Asep menjelaskan, aturan ini dimuat dalam Surat nomor 56/TIK.02-SD/14/2023, PKPU Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyusunan Daftar Pemilih Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Sistem Informasi Data Pemilih.

Dia menyebutkan, berdasarkan ketentuan yang ada, TPS Lokus tersebut memiliki ketentuan yang hampir sama dengan TPS reguler. Dengan jumlah pemilih paling sedikit 100 orang.

“Adapun jumlah maksimal yang pada Pemilu 2024 lalu sebanyak 300 orang, pada Pilkada akan menyesuaikan dengan surat edaran KPU nomor 806 yang mengatur ketentuan jumlah maksimal pemilih pada TPS berkisar 600 orang,” jelasnya.

Asep menegaskan bahwa penyusunan TPS lokasi khusus didasari atas permohonan pihak pemohon. KPU Kabupaten lantas meneruskan permohonan tersebut untuk diminta ditetapkan oleh KPU RI.

Karena itu, dia meminta agar lembaga-lembaga yang ingin mengajukan TPS lokasi khusus untuk segera melakukan pendataan pemilih dan membuat pengajuan kepada KPU Kabupaten Bogor.

“Prosesnya dimulai 24 Juni sampai 24 Juli 2024,” imbuh dia.

Segala perkembangan regulasi yang mengatur pembentukan TPS lokasi khusus tersebut, lanjut dia, akan disampaikan kepada pihak lembaga yang mengajukan.

“Untuk saat ini sebaiknya segera didata sesuai dengan NIK dan NKK untuk di upload di Si Dalih (aplikasi daftar pemilih,” pungkas Asep. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.