KPM Warga Desa Cikancana, Terima Beras Tidak Layak Komsumsi

Beras tidak layak komsumsi, seperti inilah yang kirimkan agen e-warung kepada warga KPM di Kampung Babakn Bandung, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong. Esya | Pakar


CIANJUR —Warga Kampung Babakan Bandung, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, keluhkan penyuplaian beras diprogram Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pasalnya, diduga beras bantuan bagi keluarga penerima mamfaat (KPM) di program BPNT dari e-warung tersebut, berwarna kuning dan tercium bau aroma yang tidak sedap saat di masak.


Informasi yang berhasil dihimpun, seperti diketahui tujuan pemerintah dengan digelontorkannya dana progam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini, agar warga masyarakat tidak mampu sebagai keluarga penerima mamfaat (KPM) dapat menikmati dan merasakan kelayakan dari berbagai jenis komuditas. Seperti beras, buah-buahan, daging ayam dan telor yang berkualitas dan layak dikomsumsi. Bukan sebaliknya, beras bau, daging dan buah-buahan serta telor pecah yang menjadi busuk.


Artinya tim koordinasi (Tikor) Kecamatan, harus dapat mengevaluasi e-warung dan suplier dimasing-masing Kecamatan, tidak seperti di Kecamatan Gekrong ini. Namun, sayangnya hingga saat ini, pihak supier beras dan agen e- warung di Kecamatan Gekbrong ini, belum bertanggungjawab untuk mengganti beras tidak layak komsumsi di program BPNT tersebut.
Salah satu KPM, Ina Pulantara (37) warga Warga Kampung Babakan Bandung, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, mengaku jika dirinya telah menerima beras bantuan program BPNT tidak layak komsumsi dari agen e-warung desa setempat.

“Sebenarnya kami, bersama KPM lainnya ingin mendapatkan pergantian beras ini. Namun, agen e-warungnya hingga saat ini, belum kesini,” kata Ina kepada wartawan, Jumat (21/01/2022).


Karena tidak kunjung diganti,”aku Ina terpaksa mengolah beras tersebut meskipun tergolong tidak layak untuk untuk konsumsi. “Walaupun berasnya berwarna kuning dan mengeluarkan aroma bau tapi terpaksa saya masak dan dimakan bersama keluarga,” lirihnya.


Terpisah Ketua Forum Agen e-warung Kecamatan Gekbrong Jajat mengaku, belum ada komunikasi dengan supplier yang memasok komoditi BPNT ke para agen e-warung. “Hingga saat ini belum ada komunikasi kepada kami para agen e-warung dari supplier,” singkat Jajat.


Bahkan Camat Gekbrong Sukmawati mengimbau agar KPM sebagai penerima program BPNT, dapat menukarkan jenis komiditi yang tidak layak ke agen e-warung penyuplai. “Warga KPM sebagai penerima bantuan, barhak menolak atau agen e-warung harus dapat mengganti jenis komiti yang tidak layak kumsumsi,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Cianjur, Dadan Asdiansyah mengatakan, agar agen e-warung berhak mengembalikan komiditi tak layak ke supplier. “Solusinya kalau seperti itu agen e-warung berhak menekan supplier agar mengembalikan komiditi yang tak layak. Meskipun di Pedum itu tak ada yang namanya Supplier,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.