KPAI Sebut Bogor Zona Merah Kekerasan Anak, KPAD: Paramaternya Apa?

Sekretaris KPAD Kabupaten Bogor, Erwin Suriana. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, tak ambil pusing dengan pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal status Kabupaten Bogor sebagai zona merah kekerasan anak.

KPAD, malah mempertanyakan apa parameter yang dikatakan KPAI hingga menetapkan Bogor sebagai zona merah kekerasan.

“Kita sendiri tidak mengatakan bahwa Kabupaten Bogor zona merah, karena harus ada parameternya. Jadi silahkan saja komnas perlindungan anak mengatakan demikian, tapi kita Kabupaten Bogor belum menetapkan,” ujar Sekretaris KPAD Kabupaten Bogor, Erwin Suriana kepada wartawan, Jumat (30/4/2021).

Meski tidak menampik masih tingginya angka kekerasan anak, namun Erwin mengklaim jika semua sudah diupayakan untuk diminalisir.

Saat ini, kata dia, Pemkab Bogor melalui KPAD, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), juga P2TP2A telah bersinergi meminimalisir kejadian tersebut.

“Laporan yang masuk kepada kami itu sekitar 53 sampai 55 kasus. Semuanya kami tangani secara bersamaan dengan dinas terkait, semuanya bersinergi,” jelasnya.

Ketika ada kasus, Erwin menyebut Kabupaten Bogor langsung tanggap dengan turun ke lokasi dan memberikan penguatan psikologis kepada korban.

“Kami juga melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi. Dimana di setiap kecamatan juga ada UPT yang menjadi kepanjangan dari Pemkab Bogor,” tuturnya.

Erwin menambahkan jika puluhan kasus kekerasan yang ditangani Pemkab Bogor tersebut beragam. “Tidak hanya kekerasan anak, seksual, atau bullying tapi juga sengketa hak asuh anak,” tandas Erwin.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait menyebut Bogor, khususnya Kabupaten Bogor berada di zona merah dalam kasus kekerasan anak.

Hal itu menyusul rentetan kasus yang terjadi di wilayah Bumi Tegar Beriman. Di antaranya bullying yang dialami seorang anak bernama Egi (10) di Kecamatan Klapanunggal dan pencabulan terhadap anak perempuan berusia delapan tahun di Ciseeng, beberapa waktu lalu.

“Atas beruntunnya angka kejahatan terhadap anak di wilayah Bogor, tidaklah berlebihan jika kami sebut Bogor masuk dalam kategori Darurat Kejahatan Seksual terhadap anak. Bogor Zona Merah kekerasan anak,” tegas Arist.

Sejauh ini, dia mengatakan jika pihaknya menerima ada 389 kasus kekerasan anak di Kabupaten Bogor. Dimana 52 persennya adalah kasus kejahatan seksual pada anak.

“Secara nasional ada 2.700 kasus kekerasan anak dalam kurung waktu 2019-2020. Di Kabupaten Bogor laporan yang masuk kepada kami ada 378 yang di antaranya didominasi kasus kejahatan seksual anak,” jelas Arist. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.