KPAD Survei 22 Kecamatan Untuk Tingkatkan Kabupaten Layak Anak

Sekretaris KPAD Kabupaten Bogor, Erwin Suriana. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, melakukan survei melakukan survei internal kecamatan layak kepada 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

Sekretaris KPAD Kabupaten Bogor, Erwin Suriana mengatakan, survei ini dilakukan sebagi bagian dari variabel penilaian
Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diusung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak pada tahun 2030 mendatang.

“Jadi kita memulai melakukan survei internal ini sebagai semangat mewujudkan KLA. Nah, 22 kecamatan yang akan disurvei, mereka adalah yang saat ini sudah memiliki satgas desa atau kelurahan layak anak,” kata Erwin, Rabu (15/9/2021).

Erwin menjelaskan, survei tersebut dilakukan untuk mengukur kesiapan kecamatan dalam memenuhi standar variabel penilaian KLA.

“Survei ini menurut kami sangat perlu dilakukan, agar diketahui kriteria apa saja yang perlu ditingkatkan atau dilakukan ke depannya. Khususnya di 22 kecamatan tersebut,” jelas Erwin.

Disamping itu, dia menyebut jika survei ini adalah bagian dari peningkatan kondisi Kabupaten Bogor sebagai wilayah layak anak.

Menurutnya, Kabupaten Bogor haru memiliki tekad menjadi lebih baik ke depan. Tidak diam di tempat dan berpuas diri dengan hasil yang telah didapatkan.

“Survei akan langsung dilakukan oleh Komisioner dan staf KPAD. Apalagi survei ini adalah pertama kali yang akan kami lakukan. Sehingga harus benar-benar jeli dan teliti dalam memahami permasalahan atau celah,” tegas Erwin.

Survei sendiri akan dilakukan mulai dari bulan ini hingga Oktober mendatang. Dengam harapan akhir tahun 2021, KPAD sudah dapat mengeluarkan rekomendasi untuk persiapan KLA di tahun 2022.

“Survei ini tentu dilakukan dengan melibatkan responden dari seluruh stakeholder terkait perlindungan anak di 22 kecamatan dan desa yang ada di masing-masing kecamatan tersebut.
Mulai dari camat, kepala desa, satgas KLA, Forum Anak, satuan pendidikan, dan seluruh pendukung tercapainya Kecamatan Layak Anak. Kedepan survei tersebut akan dikembangkan ke seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” terang Erwin.

Dari data yang dihimpun oleh KPAD Kabupaten Bogor, ada beberapa kasus yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak seperti kasus pencabulan, kekerasan terhadap anak, bullying dan sebagainya.

Oleh karena itu, Erwin megungkapkan jika KPAD terus berupaya untuk melakukan sosialisasi dan bersinergi dengan pihak terkait lainnya termasuk DP3AP2KB, Dinas Sosisal, Polres Bogor dan P2TP2A dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan terhadap perlindungan anak di Kabupaten Bogor.

“KPAD berupaya mencari solusi untuk kepentingan terbaik bagi anak dengan langkah-langkah preventif, edukatif, dan upaya mediasi sehingga mendapatkan hasil yang tidak merugikan,” tandas Erwin.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.