KPAD Kawal Proses Hukum Kasus Perundungan Siswi SMK di Cileungsi

Cuplikan video yang viral terkait perundungan siswi SMK di Cileungsi. (Ist)

CIBINONG – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) angkat bicara soal salah satu siswi SMK yang menjadi korban perundungan diwilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Komisioner KPAD Kabupaten Bogor, Asep Saepudin mengatakan bahwa untuk
khusus perundungan sendiri memang sering kali, sehingga hal itu harus menjadi pelatihan serius bagi semua pihak.

“Kami sendiri di KPAD memang saat ini menggencarkan program yaitu perlindungan terhadap anak berbasis sekolah dan masyarakat karena memang kabupaten bogor ini cakupannya sangat luas,” katanya kepada PAKAR.

Namun ia mengaku sampai saat ini pihaknya belum bisa menuntaskan keliling 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Dari 40 Kecamatan ini baru sebagian memang kita (KPAD) kunjungi dan kerja sama dengan pihak sekolah juga pihak Pemerimtah setempat baik peningkatan tingkat desa maupun tingkat Kecamatan,” ucapnya.

Bahkan ia menyampaikan kalau KPAD Kabupaten Bogor sangat prihatin setiap kasus perundungan yang dialami anak dibawah umur khususnya para pelajar SMP maupun SMK.

“Ada pun kasus perundungan yg terjadi di Cileungsi kami sangat prihatin dengan kasus tersebut apabila sudah masuk polres maka kami dari KPAD siap mengawal sehingga permasalahan ini bisa sampai tuntas. Secara keseleuruhan tidak perundung karena memang kalau kita lihat cakupannya sangat luas bukan hanya perundungan fisik tapi ada sifatnya pesikis, ada perundungan sosial (perkucilan),” ungkapnya.

Asep menyebut ada sekitar kurang lebih 20 kasus perundungan yang telah masuk ke KPAD Kabupaten Bogor yang melibatkan anak dibawah umur.

“Juni ini kurang lebih sekitar 20 kasus masuk ke KPAD tapi itu secara umum. Bukan hanya perundungan saja, ada juga misalkan perselisihan hak asuh dengan ayah dan ibu sehingga korbannya anak dan ini menjadi perebutan ketika orang tuanya bercerai dan hal ini terjadi sering kali,” tukasnya.

Sementara itu Polres Bogor telah memanggil ketiga pelaku dan empat saksi
buntut kasus perundungan (bullying) kepada salah satu siswi SMK di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara bahwa meskipun masih dalam penyelidikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada pelaku dan saksi-saksi.

“Sekarang kita masih dalam tahap penyelidikan, kemarin sudah ambil keterangan Korban dan Bapak Korban, Korban juga sudah melaksanakan Visum dan Pemeriksaan Psikologis, tinggal menunggu hasilnya,” katanya.

Ia menyebut bahwa akan ada empat saksi yang rencananya akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah buatkan surat undangan minggu depan untuk diambil keterangan saksi-saksi, kurang lebih ada empat saksi yang dipanggil. Dan pelaku akan terjerat pasal 80 uu no 35 tahun 2014,” ungkapnya.

Sebelumnya dirinya juga membenarkan adanya peristiwa tersebut dan pihak korban saat ini telah melakukan pelaporan resmi.

“Betul, Laporannya sudah kami terima. (Saat ini) kita sedang menunggu hasil visum dan pemeriksaan psikologis korban. Dan kita juga masih melakukan penyelidikan,” imbuhnya.

Sementara itu orang tua siswi SMK menempuh jalur hukum setelah anaknya menjadi korban kasus perundungan (bullying) oleh ketiga rekannya sendiri di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor hingga viral disosial media.

Hal itu disampaikan oleh Orang tua korban, Nacep bahwa anaknya menjadi korhan tindak kekerasan disalah satu rumah kosong yang berada dikawasan Cileungsi.

“Pelakunya ada tiga orang dan anak saya mengaku menerima tindak kekerasan. Bahkan anak saya juga mendapatkan ancaman dari pelaku, makanya saya akan tetap membawa kasus ini ke ranah hukum,” katanya kepada wartawan.

Ia juga mengaku bahwa anaknya pun saat ini mengalami trauma setelah ketiga pelaku tersebut melakukan perundungan (bullying) disalah satu rumah kosong.

“Ya anak saya mengalami trauma dan dia bilang takut sama teman-temannya. Saya berharap akibat kejadian ini pelaku bisa menerima sanksi yang setimpal akibat perilakunya,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.