Kota-Kabupaten Bogor Masuk PPKM Level 3, Bioskop Masih Dilarang Operasional

Bioskop di Kota Bogor sampai saat ini belum bisa beroperasional meski Kota Bogor sudah masuk PPKM Level 3. IST

BOGOR – Pemerintah mulai menerapkan PPKM Level 3 di sejumlah wilayah Jawa dan Bali mulai Selasa (24/8/2021). Wilayah yang diizinkan untuk menerapkan PPKM level 3 adalah aglomerasi Jakarta, Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), wilayah aglomerasi Bandung Raya, wilayah aglomerasi Surabaya Raya, serta beberapa kabupaten/kota lainnya.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo, Senin (23/8/2021) malam, saat mengumumkan evaluasi dan tindak lanjut pemerintah terhadap pelaksanaan pembelakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk mengendalikan Covid-19. Ketentuan baru tersebut berlaku 24 hingga 30 Agustus 2021.
Terkait penerapan PPKM level 3, ada sejumlah kegiatan masyarakat yang mulai bisa dijalankan. Mengutip Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 35/2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, yang ditandatangani 23 Agustus 2021, berikut beberapa ketentuan PPKM level 3.

  1. Kegiatan belajar-mengajar
  • diperkenankan secara tatap muka terbatas maksimal 50% dari kapasitas
  1. Sektor non-esensial
  • diberlakukan 100% WfH
  1. Sektor esensial: jasa keuangan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan, serta industri berorientasi ekspor berikut industri penunjangnya
  • diperkenankan beroperasi dengan kapasitas 50% bekerja di kantor
  1. Sektor esensial di pemerintahan
  • diperkenankan 25% di kantor untuk pelayanan publik
  1. Sektor kritikal
  • diperkenankan beroperasi dengan kapasitas 100%
  1. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari
  • dapat beroperasi hingga maksimal pukul 20.00
  • pengunjung maksimal 50% dari kapasitas
  1. Apotek dan toko obat
  • dapat beroperasi 24 jam
  1. Pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari
  • dapat beroperasi hingga maksimal pukul 15.00
  • pengunjung maksimal 50%
  1. Kegiatan makan dan minum di tempat umum
  • di warung makan, warteg, pedagang kaki lima diizinkan hingga pukul 20.00 dengan 25% dari kapasitas, dan waktu makan maksimal 30 menit
  • restoran dan kafe yang berlokasi di gedung tertutup dan berada pada lokasi tersendiri hanya menerima layanan take away, tidak melayani makan di tempat (dine-in)
  • restoran dan kafe dengan pelayanan di area terbuka diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00, dengan 25% dari kapasitas, satu meja maksimal dua orang, serta waktu makan maksimal 30 menit
  1. Kegiatan di pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan
  • diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00 dengan maksimal pengunjung 50% dari kapasitas
  • wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi untuk skrining pengunjung dan pegawai
  • restoran dan kafe dapat melayani dine-in dengan kapasitas maksimal 25%, satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 30 menit
  • warga berusia kurang dari 12 tahun dilarang masuk ke dalam mal
  • bioskop, tempat bermain anak, dan tempat hiburan di dalam mal dilarang beroperasi
  1. Kegiatan konstruksi
  • untuk infrastruktur publik diizinkan 100% beroperasi sesuai kapasitas
  • konstruksi skala kecil diizinkan maksimal 10 orang
  1. Kegiatan ibadah
  • diizinkan melaksanakan kegiatan ibadah berjemaah dengan maksimal 50% dari kapasitas atau maksimal 50 orang
  1. Fasilitas umum: taman umum, tempat wisata
  • belum diizinkan beroperasi
  1. Kegiatan olahraga
  • diizinkan di area terbuka
  • kegiatan berkelompok maksimal 4 orang
  1. Transportasi umum
  • diizinkan beroperasi dengan maksimal 70% dari kapasitas
  1. Resepsi pernikahan
  • diizinkan maksimal 20 orang
  • tidak diperkenankan jamuan makan di tempat.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.