Kota Bogor Siaga Lonjakan Covid-19, ini Langkah Antisipasi Yang Dilakukan Pemkot dan Forkopimda

Walikota Bogor Bima Arya bersama Forkopimda saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus covid-19 Kota Bogor yang digelar di RSUD Kota Bogor, Rabu (16/6/2021). Syarif|Pakar

BOGOR – Melonjaknya kasua positif covid-19 di Kota Bogor, membuat jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Forkopimda melakukan langkah-langkah antisipasi. Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan, lonjakan tingkat positif yang terjadi berdampak bagi BOR di Kota Bogor yang tadinya dibawah 20 persen per hari, saat ini angkanya 51 persen. Bahkan di RSUD sudah 75 persen pasien terus bertambah.

“Tadi malam cukup padat arus pasien
RSUD menambah hingga 138 orang. Tapi belum pernah sebelumnya RSUD menerima lonjakan pasien begitu tinggi seperti beberapa hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Bogor harus melakukan langkah cepat. Kita mengantisipasi varian baru masuk dari Jakarta karena konektivitas jakarta bogor sangat ketat,” jelas Bima saat konfrensi pers penanganan covid-19 Kota Bogor di RSUD Kota Bogor, Rabu (15/6/2021).

Untuk antisipasi masuknya virus carian baru, lanjut Bima, langkahnya meminta seluruh RS menambah fasilitas isolasi ICU tempat tidur untuk antisipasi lonjakan. RSUD menambah dan terus meminta data seluruh RS agar ditambah. Kemudian untuk publik masyarakat umum, khalayak diminta mengurangi mobilitas.


“Kalau tidak ada keperluan penting tugas atau pekerjaan, maka sebaiknya menahan diri. Data menunjukkan mobilitas berbanding lurus dengan lonjakan kasus posit saat ini,” tegasnya.

Kepada para wisatawan juga untuk menahan diri masuk ke Kota Bogor, untuk itu ganjil-genap akan kembali diberlakukan di lima titik lokasi di Kota Bogor mulai minggu ini. Terkait kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), untuk sementara dihentikan diseluruh sekolah termasuk Ponpes boarding school. “Semua PTM dihentikan diseluruh sekolah, termasuk yang di pesantren boarding School sampai waktu yang kita tentukan kemudian. Saya juga minta seluruh lembaga pendidikan yang mau PTM apalagi yang dari luar kota berkoordinasi dengan Satgas Covid-19,” tandanya.

Selain itu, Bima menambahkan bahwa Pemkot bersama Forkopimda akan memperketat pengawasan Prokes di lapangan dengan tindakan dan santai tegas. Terutama jam operasional, seluruh pedestrian ditutup sabtu dan minggu bagi seluruh warga. “Kita tarik semua karena apabila tidak dilakukan, maka nanti akan memasuki fase yang berbahaya. Peningkatan ini diwaspadai dan siaga bagi Kota Bogor,” pungkasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.