Kondisinya Memprihatinkan, Rumah Gubuk di Cianjur ini Puluhan Tahun Tidak Tersentuh Bantuan

CIANJUR—Salah satu pasangan suami (Pasutri) antara Yayat (51) dan Namih (50) waga di Kampung Gunung Empuk RT 25/08 Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, hidup di saung gubuk ukuruan 3 x 4 meter, bersama keluarganya. Kondisi pasutri tersebut, menempati rumah tidak layak huni (Rutilahu) ini, kurang lebih dari 10 tahun hingga membuahkan sebanyak 4 orang anak, tanpa mengenal lampu penerengan.


Informasi yang berhasil dihimpun pakuanraya.com pekerjaan sehari-hari pasutri Yayat dan Nanih hanyalah sebagai buruh serabutan. Ironisnya hingga saat ini, keluarga pasutri tersebut tidak pernah mendapatkan program bantuan apapun dari pemerintah. Dari mulai program rumah tidak layak huni (Rutilahu), bantuan pangan non tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan berbagai bantuan lainya sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Bahkan bantuan dari desa setempatpun tidak ada.


Yayat (53) didampingi istrinya Nanih (50) mengaku tinggal bersama kelurganya sudah hampir 10 tahun, rumah gubuk tersebut, warisan dari kedua orang tuanya. Saat ditanya? soal pekerjaan dia mengaku hanya sebagai buruh serabutan, namun saat ditanya pernah mendapatkan program bantuan apa saja dari pemerintah, tidak ada.


“Ah saya mah pak, hidup bersama istri dan anak-anak seperti ini, saja sudah bersyukur. Meskipun harus tinggal dirumah gubuk bersama kelurga, satu-satunya harta sepeninggalan dari orang tua hanya bisa berdoa saja. Memang tidak pernah ada sambungan listrik kerumah saya, mungkin takut tidak terbayarkan. Apabila datang berganti malam, anak-anak berlajar menggunakan lampu cempur, itupun pemberian dari pak Umar yang halaman sempat dibersihkan bersama istri beberapa tahun lalu,” lirih Yayat kepada wartawan Minggu (27/06/2021).


Nanih (50) menambahkan memang dulu sempat kedatangan pak RT, untuk mendata program bantuan dari atas, tapi hingga saat ini tahun 2021, tidak pernah kunjung datang – datang. “Yang saya pikirkan mah, pak anak bungsu saya ingin masuk sekolah SD. Tapi, kondisi dari hasil menjadi buruh serabuatan bersama suami saya itu, hanya cukup untuk makan keluarga sehari-hari saja. Boro-boro untuk menyekolahkan anak, untuk biaya makan sehari –hari saja sudah susah,” keluhnya.


Sementara itu, Ketua Forum Penyelamat Pembangunan Jasa Kontruksi (FP2JK) Kabupaten Cianjur, Saepul Nazar menanggapi masih adanya warga tidak mampu tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah langsung sewot. Pasalnya, untuk apa adanya tenaga TKSK, tenaga PKH dan tenaga-tenaga lainnya yang telah ditunjuk pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, jika masih ditemukan ada warga yang tidak mampu tidak pernah tersentuh program bantuan pemerintah.


“Mohon maaf pak, Bupati tolong didaerah pedesaan keluarga Yayat dan Nanih warga Kampung Gunung Empuk RT 25/08 Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, belum tersentuh program bantaun apapun. Apalagi kehidupannya selama 10 tahun dalam kegelapan, tanpa ada sambungan lampu penerangan atau listrik dan tinggal dirumah gubuk yang sudah reyot tanpa mendapatkan bantuan Rutilahu. Ini kesalahannya dimana sih, ditingkat aparat Desa atau Kecamatan kok masih ada warga tidak mampu dan tidak diketahui mereka, aneh-aneh saja ah,” tandasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.