Kondisi Pandemi Covid-19, Pemesanan Ikan Petek di Cianjur Melimpah

CIANJUR – Selama pandemi COVID-19 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengolah ikan petek atau glass fish di Kecamatan Haurwangi, Cianjur, kebanjiran pesanan dari berbagai daerah, sehingga 35 orang pekerja yang merupakan warga sekitar harus bekerja ekstra.

“Selama pandemi ini, pesanan olahan ikan petek atau lebih dikenal dengan sebutan glass fish yang banyak ditemukan di Waduk Jangari dan Cirata itu, meningkat hingga lima sampai delapan kwintal setiap harinya, dimana sebelum pandemi hanya dua kwintal,” kata Harun (35) pelaku UMKM warga Kampung Pasir Astana, Desa Ramasari.

Tingginya pesananan yang datang dari berbagai daerah mulai dari Jabodetabek, sebagian besar Jawa Barat hingga Jawa Timur dan beberapa kota lainnya di Sumatera, membuat pihaknya cukup kesulitan untuk memenuhi pesanan lebih selama pandemi, karena berbagai pembatasan sosial, ditambah minimnya petani yang turun ke waduk untuk menjaring ikan petek yang menjadi bahan pokok.

Ia menuturkan, usaha pengolahan ikan kecil yang menjadi salah satu produk unggulan UMKM Cianjur itu, hingga saat ini minim mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga mereka terbentur berbagai kendala seperti pengemasan yang masih sederhana dan pesanan pasar yang belum tembus hingga luar negeri.

“Kalau permodalan sudah pasti, semuanya mengharapkan, namun kami juga berharap ada bantuan dari pemerintah soal membantu memasarkan hingga ekspor. Untuk saat ini pemesan yang datang langsung mengambil ke Cianjur, kalau tidak jami mengirim lewat jasa pengiriman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Cianjur, Tohari Sastra, mengatakan sudah mendata pelaku UMKM olahan ikan petek yang tetap mendapat pesanan selama pandemi, sebagai produk unggulan. “Kita akan sediakan pasar setelah pandemi usai, bahkan beberapa program pemulihan ekonomi nasional akan segera dilakukan termasuk menyediakan lahan untuk pelaku UMKM mempromosikan produknya setiap akhir pekan di jalan protokol Cianjur,” pungkasnya. NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.