Komisi III DPRD Kab. Bogor Sentil Pengawasan Disdik

0
27

CIBINONG – Sejumlah proyek fisik Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor diketahui belum rampung, meski sudah lewat batas waktu kontrak kerja.

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor menyebut pengawasan yang dilakukan dinas teknisntidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Semestinya pengawasan aktif dilakukan Disdik agar proyek fisik yang ada di lingkungan mereka berjalan baik. Dalam artian rampung tepat waktu, dan kualitas fisiknya sesuai perencanaan,” kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Hendra Budiman, kepada Pakuanraya.com, Minggu (11/11/2018).

Namun dengan kondisi sekarang, ujar legislator Partai Nasdem itu, dimana banyak laporan proyek pembangunan Infrastuktur sekolah banyak terlambat dikerjakan, tindakan dan sanksi tegas wajib diberikan kepada penyedia jasa.

“Kalau kontraktor pekerjaannya lambat, harus diberi catatan khusus, disamping memang menurut aturan ada perpanjangan waktu namun dihitung denda,” tandasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Amin Sugandi menyebut, keterlambatan pekerjaan semestinya bisa dihindari bilamana pelaksana rekanan memiliki kualitas dan diawasi dengan baik oleh Disdik.

“Disdik memiliki unit dan pelaksana pengawas ditiap wilayah. Jika memang masih ada proyek yang terlambat, maka kualitas SDM perlu dipertanyakan,” katanya.

Amin pun menyatakan akan meminta laporan kegiatan proyek fisik Disdik tahun 2018. “Jadi kami bisa tahu, berapa jumlah kegiatan yang dilaksanakan dan berapa yang sudah rampung,” tuturnya.

Salah satu proyek fisik yang belum rampung dikerjakan yaitu pembangunan tiga ruang kelas baru SDN Cisarua 01 di Kecamatan Cisarua.

Proyek bernilai Rp464.376.000 yang dikerjakan CV. Buluh Nipes Simalem dan konsultan pengawas CV. Samudra Hayati itu berdasarkan kontrak kerja dimulai pada tanggal 7 Agustus dan rampung 4 November 2018.

Namun hingga kontrak pekerjaan berakhir, tiga unit ruang kelas baru belum juga rampung. Bahkan berdasarkan pantauan fisiknya masih jauh dari 100 persen.

Kondisi serupa juga terpantau dalam pembangunan RKB di Kecamatan Ciawi. Dari empat sekolah penerima yakni SDN Cibedug 01, SDN Cileungsi 01, SDN Banjarwaru 02 dan SDN Pajajaran 02, baru satu sekolah saja yang pekerjaannya selesai yakni SDN Cibedug 01.

Sementara progres pembangunan tiga unit RKB bertingkat SDN Cileungsi 01 masih di bawah 80 persen. Padahal menurut kontrak kerja berakhir tanggal 7 November 2018.

Demikian dengan SDN Banjarwaru 02, progres pekerjaan fisik baru menyentuh 80 persen meski batas akhir kontrak kerja tanggal 10 November 2018. Sementara untuk SDN Pajajaran 02 masih di bawah 50 persen karena pekerjaan fisiknya baru dimulai sebulan lalu.

IQBAL RUKMANA | ACHMAD KURNIAWAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.