KLHK : Tlajung Udik Jadi Salah Satu Rumah Pengguna Tenaga Surya Pertama di Bogor

CIBINONG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri menjadi salah satu rumah pengguna tenaga surya pertama di Kabupaten Bogor, pada Selasa (11/6/2024).

Hal itu disampaikan oleh Verifikator KLHK, Farhan Fauzan bahwa ada beberapa rumah di Tlajung Udik dijadikan sebagai rumah pengguna tenaga surya. “Kalau di Kabupaten Bogor, saya baru pertama kali kesini (Tlajung Udik) untuk melihat rumah pengguna tenaga surya tapi kalau di Kabupaten dan Kota Bekasi memang sudah ada,” katanya kepada PAKAR, pada Selasa 11 Juni 2024.

Ia menjelaskan bahwa dalam hasil penilaian pun, pihaknya sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang telah menggunakan dan memanfaatkan tenaga surya, sehingga menjadi salah satu desa pengguna pertama di Kabupaten Bogor.

“Dari hasil penilaian inisiatif, kita mengapresiasi apa yang sudah dilakukan warga swadaya, saat saat kita kroscek bahwa panelnya sudah cukup baik. Yah inisiatif dari warga, sudah ada keinginan mencarikan energi fan hasilnya pun suda cukup lumayan karena bisa menghemat sampai 40-60 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun telah mengunakan tenaga surya, perlu ada perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan solar panel tersebut dikarenakan dalam membangun memakan biaya cukup besar. “Memang perlu ada perhatian khusus dalam bentuk solar panel ini karena biayanya cukup mahal dan tergantung rumah yang bisa membiayai. Makanya kita datang untuk mengapresiasi antusias masyarakat disini,” tambahnya.

Ia menjelaskan ada beberapa kelebihan bagi masyarakat menggunakan rumah sebagai tenaga surya. “Sebetulnya balik lagi apa yang dirasakan pengguna apa lagi pertama menghemat biaya dan kita mendapatkan langsung energi dari tenaga matahari. Jadi otomatis biaya misalkan pln lebih murah tapi dari sisi perubahan iklim pasti menurunkan emisi juga karena sumber dari pln (sebelumnya) yang masih menggunakan batu bara,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim mengatakan bahwa ada lima rumah dari imbas satu rumah yang menggunakan tenaga surya. “Baru satu rumah yang dijadikan tenaga surya, tetapi ada lima rumah yang menjadi sample dari tenaga surya ini. Dan alhamdulilah selama penggunaan tenaga surya, mereka bisa lebih murah dalam pembayaran pln,” ucapnya.

Ia mengaku bahwa satu rumah tersebut telah menggunakan tenaga surya sejak tiga tahun yang lalu. “Sudah lumayan lama rumah ini menjadi pengguna tenaga surya, yah sekitar 3 tahun. Dan saya harap masyarakat di Tlajung Udik dapat memanfaatkan rumahnya sebagai pengguna tenaga surya,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.