Klaim Emil Tak Terbukti, Jalan Tol Khusus Tambang hingga Saat Ini Terkendala Perizinan

Ridwan Kamil (kala masih Gubernur Jawa Barat) saat mengunjungi lokasi pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol khusus tambang di Cigudeg, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. (Dok.Diskominfo)

CIBINONG – Klaim Ridwan Kamil saat meninjau lokasi pembangunan jalur tol khusus tambang di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor pada 29 Mei 2023, tak terbukti.

Emil yang saat itu mengaku jika pembangunan jalan tol angkutan khusus tambang sepanjang 11,5 kilometer yang menghubungkan Rumpin – Parungpanjang, Kabupaten Bogor telah siap, nyatanya sampai saat ini masih terkendala perizinan dan pembebasan lahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengungkap, proses perizinan pembangunan yang belum selesai tersebut menjadi kendala yang hingga saat ini menghambat pembangunan.

“Informasi yang saya dapat sekarang kan memang proses pembebasan lahan ya, nanti sampai Desember. Beberapa hambatan (juga) seperti perizinan,” ungkap Ajat kepada wartawan, Kamis (23/11/2023).

Kendala perizinan ini pun membuat rencana peletakkan batu pertama pembangunan tol yang diagendakan berlangsung pada 27 Desember 2022 oleh Gubernur Jawa Barat terpaksa ditunda.

Ajat mengatakan, peran Pemerintah Kabupaten Bogor hanya bersifat membantu dalam sinkronisasi perencanaan antara jalan berstatus kabupaten dan jalan berstatus provinsi serta memfasilitasi kelengkapan data pengurusan izin pembangunan.

Terlebih, pembangunan jalan tol ini akan terhubung dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III melalui skema pengerjaannya dikerjasamakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pihak swasta.

“Jalur tambang itu kan menuju jalan tol ada jalan (berstatus) kabupaten jadi kami mengsinkronisasi. (Peran) yang kedua, perizinannya jadi kita sudah rapat sudah memfasilitasi,” terang Ajat.

Jalan tol angkutan khusus tambang ini didesain dengan memiliki banyak pintu masuk yang lokasinya dekat tempat pertambangan. Titi awalnya yaitu dari Kecamatan Cigudeg.

Sedikitnya ada lima pintu masuk tol di dekat lokasi-lokasi tambang, sehingga mengurangi potensi truk-truk pengangkut tambang itu melintas di jalan umum. Setiap pintu masuk tol akan digunakan untuk transporter beberapa perusahan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor.

Pembangunan jalan angkutan khusus tambang ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi sejumlah permasalahan akibat banyaknya truk tambang yang melintas di jalan arteri wilayah barat dan utara Kabupaten Bogor.

Karena, tak sedikit masyarakat yang menjadi korban jiwa karena tertabrak truk tambang. Belum lagi, lalu-lalang kendaraan pengangkut hasil pertambangan itu menyebabkan kemacetan dan menimbulkan polusi udara akibat debu jalanan.

Di sisi lain, Bupati Bogor Iwan Setiawan menyesuaikan jam operasional truk tambang di Kabupaten Bogor dengan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, yakni pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB.

“Selama ini perbedaan jeda waktunya terlalu jomplang, di Tangerang kan dibuka jam 10 (malam), nah di kita jam 8 (malam),” kata Iwan.

Ketentuan baru mengenai jam operasional angkutan khusus tambang ini diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) Bogor nomor 160 tahun 2023 yang menggantikan Perbup nomor 120 tahun 2021. Jam operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang yang semula berlaku pukul 20.00 WIB – 05.00 WIB menjadi pukul 22.00 WIB – 05.00 WIB.

Sebelumnya diketahui, Gurbernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (saat itu), mengklaim bahwa sepanjang 11,5 kilometer lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalur tol khusus tambang sudah siap.

“Di Parungpanjang, Cigudeg sampai Rumpin, bahwa tol khusus tambang itu sudah dimulai sebenarnya. Sudah 11,5 kilometer (yang) insyaallah sudah terbebaskan. Dan mayoritas jalannya sudah berbentuk (meski masih tanah),” kata Emil usai meninjau lokasi pembangunan jalur tol khusus tambang di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor, padq Senin (29/5/2023).

Menurutnya, ada beberapa inovasi yang dilakukan Pemprov Jawa Barat untuk merealisasikan pembangunan tersebut. Salah satu yang utama adalah payung hukum atau regulasi untuk pembangunan.

“Inovasi yang kami lakukan itu dimulai dari regulasi dulu. Bahkan Menteri ESDM mengeluarkan Permen (peraturan menteri) khusus untuk jalur ini. (Alhamdulillah), proses jalan terus. Untuk amdal dan sebagainya juga jalan,” jelasnya.

Dengan kondisi saat ini, dia menargetkan pembangunan jalur tol khusus tambang di Kabupaten Bogor ini bisa selesai dalam jangka waktu satu tahun.

“Satu tahun dari sekarang menurut perkiraan insyaallah bisa beroperasi. Dan jalur ini akan melalui 12 jembatan dan 8 titik exit entry. Sehingga di jalur truk itu tidak banyak muter-muter yang bikin macet juga,” tutur Emil.

“Kalau ini selesai, insyaallah tidak akan terjadi lagi percampuran yg menyebabkan banyak kemudaratan dan kecelakaan yang menyebabkan kematian. Jadi saya mohon warga bersabar satu tahun lagi. Insyaallah beres dan (ini) bisa menjadi kenyataan,” kata Emil menekankan. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.