Kios Penjual Obat Terlarang dan Miras Dibakar Kaum Ibu di Cianjur

Inilah lokasi warung yang dibakar oleh emak-emak karena diduga sebagai lokasi penjualan miras dan obat terlarang. (Ist)

CIANJUR – Diduga kios penjual obat-obatan terlarang dan minuman keras (miras) tepatnya di Jalan Raya Jati, Kampung Pasir Awi Tali, diperbatasan antara Desa Ciranjang dengan Desa Nangala Mekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, digeruduk dan dibakar emak-emak warga Desa Nangalamekar, Rabu (26/6/2024) sekitar pukul 17:00 WIB.


Informasi yang dihimpun, diduga kedua kios tersebut, dibakar akibat menjual obat-obatan terlarang dari mulai jenis tramadol dan lainnya kepada anak-anak. Sehingga membuat geram sehingga warga langsung merusak dan membakar kios tersebut. Selain menjual obat-obatan terlarang kios tersebut, menjual minuman keras oplosan.


Salah seorang warga Dede Nurjanah (42) mengaku jika pembakaran kios tersebut, merupakan bentuk kekesalan warga yang sering kali meresahkan warga. Pasalnya, kios tersebut menjual obat terlarang dan minuman oplosan. “Memang kios-kios tersebut, sudah sudah lama menjual obat-obatan dan minuman keras (miras) dan kami (warga) pun tidak tahu siapa pemiliknya,” kata Dede kepada awak media Kamis (27/5/024).


Saat itu, kata Dede, warga langsung menyisir kios lainnya yang diduga menjual obat terlarang dan minuman oplosan. “Memang kita langsung menyisir tiga kios yang jaraknya berdekatan. Dua kios yang dirusak dan di bakar oleh warga satu kios lagi tidak sempat dirusak, keburu datang pak Kepala Desa (Kades),” ujarnya.


Hal yang sama diungkapkan Linda (50) warga sekitar, kios tersebut menjual minuman oplosan dan obat terlarang tidak hanya ke orang dewasa bahkan anak-anak juga dilayani kalau membeli. “Banyak orang beli minuman keras oplosan dan obat terlarang di kios ini. Jadi kami geram dan takut anak-anak kami jadi korban keracunan. Bahkan, warga juga yang bilang toko atau kios ini menjual obat,” katanya.


Menurutnya setelah ramai dan banyak yang bilang kios itu menjual obat terlarang dan minuman oplosan. Ibu-ibu langsung datang ke lokasi. “Iya, saat itu sepulang bubar dari Madrasah kami langsung geruduk ke kios dan langsung membongkar serta membakar kios tersebut,” ujarnya.


Linda bersama warga lainnya berharap, agar pihak kepolisian dapat menindak tegas penjual dan pemilik obat terlarang dan miras Oplosan. Sebab sudah membuat resah warga dan dapat merusak generasi anak bangsa.


Sementara itu, Kepala Desa Nangala Mekar Hilman mengatakan, kios sebelumnya sudah di segel dan diberikan garis polisi. Namun, diduga masih ngeyel sehingga warga geram dan langsung bertindak. “Kejadian pengrusakan warung yang terindikasi menjual obat-obatan terlarang. kami juga tidak tahu seperti apa, cuman pas ke lokasi sudah habis terbakar oleh massa. Namun, saat dicek di lokasi tidak ditemukan barang seperti obat terlarang ataupun minuman oplosan. Sehingga saya langsung menenangkan warga agar tidak melakukan pengrusakan dan aksi main hakim,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.