Kios Pasar Ciranjang Sudah Dibangun Pedagang Tidak Ditempatkan, Ini Penjelasan Diskumdagin Cianjur

Kepala Diskumdagin Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra. Esya | Pakar

CIANJUR – Sebanyak 150 unit kios pasar tradisional Ciranjang, Kabupaten Cianjur sudah selesai dibangun dengan bantuannya senilai kurang lebih Rp10 miliar, dari sejak pascaterjadinya kebakaran 2020 lalu. Meskipun sudah diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil pada bulan April 2022 lalu, namun hingga kini belum ditempati oleh para pedagang pasar tradisional Ciranjang.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, membenarkan jika pasar tradional Ciranjang tersebut, telah mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar berupa pembangunan kios, dari sejak pascakebakaran tahun 2020 lalu. Nilai bantuan dari Pempro Jabar tersebut, sebesar lebih kurang Rp10 miliar.


“Volume nilai bantuan diperkirakan sekitar Rp 10 miliar untuk membangun sebanyak 150 uniit kios. Itu sudah selesai dan diresmikan pak Gubernur,” terang Tohari, kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Dari sejak pascadiresmikan,kata Tohari, bangunan kios sebanyak 150 unit tersebut belum ditempati oleh para pedagang. Namun, dia mengaku saat ini sedang dalam proses pengisian. “Memang hingga saat ini, kami tengah memproses pembentukan tim dulu yang nanti bertugas untuk membagi sekaligus mengisi kios. Jadi nanti pedagang mana saja yang bisa menempati dan mengisi kios yang 150 unit tersebut,” katanya.

Menurutnya, keberadaan tim tersebut nanti akan diperkuat dengan terbitnya surat keputusan (SK). Tapi diharapkannya sebelum pertengahan bulan ini tim sudah terbentuk. “Setelah itu baru kami akan bekerja bersama-sama tim bagaimana caranya atau mekanismenya memindahkan pedagang dan mengisinya,” ungkapnya.

Tohari tidak memungkiri jika bangunan kios yang ada sekarang belum bisa menampung semua pedagang yang terdampak kebakaran. Jumlah kios yang ada sekarang sebanyak 150 unit hanya mampu menampung sekitar 10% dari jumlah keseluruhan sebanyak 1.501 pedagang.


“Kalau yang ada sekarang sebanyak 150 kios, berarti hanya 10% pedagang yang bisa mengisi kios tersebut. Jadi masih kurang hampir 1.350-an kios,” tuturnya.

Memang hingga saat ini, lanjut Tohari para pedagang belum bisa menempati kios diharapkan bisa bersabar. Pasalnya, berdasarkan informasi, tahun depan Pemprov Jabar bakal mengucurkan kembali bantuan pembangunan kios. “Yang kami usulkan itu sebesar Rp15 miliar. Tapi kami belum tahu nanti realisasinya,” pungkasnya. NDI/SYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.