Khawatir Netralitas Hancur Karena Hubungan Emosional, ASN yang Nekat Dukung Calon Bupati Siap-siap Disanksi

Ilustrasi netralitas ASN. IST

CIBINONG – Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengkhawatirkan adanya sikap tak netral dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bogor pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) November mendatang.

Bukan tanpa sebab, Asmawa menyebut ASN dengan para calon yang akan berkontestasi pada Pilkada atau Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor sarat akan hubungan emosional. Karena baik ASN maupun calon saling mengenal satu sama lain.

“Pilpres dan Pilkada itu beda. Pilkada itu pasti ada hubungan emosional karena ASN dan calonnya itu kenal. Ini yang harus diperhatikan,” cetus Asmawa, Minggu (21/4/2024).

Jika ASN terbukti terlibat dalam politik praktis di Pilkada Kabupaten Bogor, lanjut dia, maka akan ada sanksi yang diberikan sebagaimana aturan terhadap ASN.

“Pasti akan ada sanksi, karena ketentuannya sudah jelas bahwa ASN aparat pemerintah tidak diperbolehkan terlibat secara langsung dalam politik praktis,” tegasnya.

“Yang bisa menetapkan pelanggaran itu adalah penyelenggara, Bawaslu, tetapi tentu ada sanksi dari pemerintah. Jadi harus cuti atau mundur diri kalau mau ikut,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, salah satu sanksi bagi ASN yang terlibat politik praktis dalam Pilkada mendatang yaitu pemecatan sesuai peraturan Undang-Undang. Menurut dia, sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan.

Asmawa menekankan bahwa ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang tidak terlibat langsung dalam perhelatan Pilkada untuk tidak turut andil.

“Yang tidak punya tugas pokok dan fungsi (dalam Pilkada) jangan, nanti dianggap cawe-cawe. Seperti Dukcapil, Dinkes, ini terlibat langsung. Teman teman camat berikan bantuan, tapi bantuan yang sesuai ketentuan,” kata dia.

Karenanya, dia mengajak ASN untuk menyukseskan Pilkada tanpa bermain di dalamnya.

“Oleh karena itu silakan hak politiknya tetap bisa disalurkan pada hari H. Tapi, dalam aktivitas jelang pelaksanaan Pemilu sampai selesai ya mari kita sama-sama menempatkan aparat sebagai pelayan masyarakat,” jelas Asmawa.

Jika ASN tersebut siap untuk berpolitik, menjadi tim sukses (timses) dan mendukung salah satu calon pada Pilkada Kabupaten Bogor, kata Asmawa, lebih baik yang bersangkutan mengajukan cuti tanpa tanggungan negara atau mengundurkan diri.

Namun, Asmawa memberikan catatan jika ASN tersebut memilih jalan sebagai Timses. Yakni dengan mengajukan cuti di luar tanggungan negara.

“Terkait ini (Pilkada) jangan ada yang jadi tim kampanye, tim sukses (Timses). Kalau mau, cuti di luar tanggungan negara boleh, saya izinkan,” kata Asmawa. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.