Ketum PP GPK Andi Surya Wijaya Soroti Longgarnya Izin Investasi Miras

Ketua Umum PP GKP Andi Surya Wijaya (ASW) saat berfoto bersama Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. (Ist)

JAKARTA – Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap tiga orang dikarenakan pengaruh minuman keras, mendapat sorotan tajam berbagai pihak. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) H.Andi Surya Ghalib, S.H, M.H, menyoroti tajam terkait pelonggaran izin investasi industri minuman keras (miras) seperti tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

“Kegaduhan akibat kasus yang disebabkan oleh miras ini, viral dan jadi topik utama se-Indonesia karena salah satu yang meninggal akibat peluru tajam tersebut salah satunya adalah TNI AD berikut pegawai kafe,” tegasnya.

Politisi PPP yang akrab disapa ASW ini mengatakan, peristiwa yang diakibatkan minuman beralkohol ini seakan-akan terus menerus mencoreng nama baik Indonesia dan aparat penegak hukum. Menurutnya, jika ini dibiarkan bukan tidak mungkin akan menimbulkan ketidakpercayaan di masayarakat sendiri terhadap pemerintah.

“Karena dampak mudharat dari minuman keras ini pelan namun pasti akan merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Selain dampak buruk yang ditimbulkan dari investasi industri minuman keras lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan. “Mengingat mudharat jauh lebih besar dari sekedar kepentingan profit (keuntungan). Masa depan anak cucu kita bersama akan terancam kalau sampai ini dilegalkan,” ujarnya.

GPK sebagai sayap dari Partai PPP, menurut ASW, tidak anti-investasi dan mengakui adanya kearifan lokal di sejumlah daerah yang membutuhkan minuman keras. Namun dibutuhkan regulasi yang mengatur penggunaan minuman beralkohol.

“Sebaiknya pengaturannya terlebih dahulu dibuat dalam bentuk UU yang mana di dalamnya juga memberikan pengecualian penggunaan miras untuk kepentingan medis, adat, maupun ritual,” tandasnya.

Seperti diketahui, telah terjadi penembakan yang dilakukan oknum anggota kepolisian Bripka CS hingga menewaskan 3 orang di Kafe RM di bilangan Cengkareng pada Kamis (25/02/21) lalu. ASW menilai peristiwa itu sebuah catatan yang sangat kelam dampak dari mengkonsumsi minuman keras, sehingga menimbulkan peristiwa kejahatan. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.