Ketua DPRD Sebut Polemik Parungpanjang Tak Cukup dengan Aturan Jam Operasional Truk

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto. (dok Pakar)

CIBINONG – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyebut banyak pihak yang memiliki kepentingan di wilayah tambang, Parungpanjang hingga Bunar, Cigudeg.

Karenanya, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus berkomitmen dan mampu merangkul seluruh pihak tersebut. Baik dari unsur masyarakat maupun perusahaan untuk meminimalisir konflik sosial yang selama ini terjadi.

“Cara-cara persuasif harus dikedepankan, kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan harus diajak bicara dan kebijakan apapun yang dikeluarkan harus tersosialisasikan dengan baik,” ujar Rudy, Senin (8/1/2024).

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian Rudy adalah keributan yang terjadi antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dengan sopir truk pengangkut material tambang di Parungpanjang belum lama ini.

Rudy menyadari, penyelesaian masalah di Parungpanjang tidak semudah membalik telapak tangan. Karena itu, solusi yang sudah dijanjikan Pemkab Bogor untuk mengurai persoalan harus segera direalisasikan. DPRD Kabupaten Bogor, kata Rudy, akan memberikan dukungan.

“Pertama pembangunan kantong parkir harus dituntaskan, tempat dan fasilitasnya harus layak, disosialisasikan dengan baik agar saudara-saudara kita, para sopir mau menepi kesana saat jam operasional diberlakukan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Rudy, pembangunan jalan baru untuk membagi beban lalu lintas di Jalan Parungpanjang-Bunar, harus direalisasikan.

Pembangunan jalan yang rencananya akan dikhususkan untuk lalu lintas angkutan material tambang itu membutuhkan keterlibatan pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Karena itu, Rudy meminta Pemkab Bogor merajut lagi komunikasi untuk merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

“Harapan terbesar masyarakat yang dianggap bisa mengakomodir semua kepentingan adalah pembangunan jalan. Pembangunan ini juga sudah menjadi janji politik pemerintah provinsi, masyarakat menunggu realisasinya,” sambung Rudy.

Jika penanganan hanya berkutat pada pengaturan jam operasional, Rudy mengaku khawatir konflik sosial antara petugas dengan kelompok masyarakat sopir dan juga konflik antara kelompok sopir dengan kelompok masyarakat lainnnya terus terjadi.

“Hal ini harus kita cegah. Sehingga perlu dilakukan segera, perlu direalisasikan segera,” tegas Rudy.

Diketahui sebelumnya, personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor terlibat keributan dengan sopir truk tambang di wilayah Parungpanjang pada Kamis 4 Januari 2024. Bahkan video keributan tersebut tersebar di media sosial.

Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Agus Ridho membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, peristiwa itu berawal saat personelnya tengah melaksanakan tugas penegakkan Perbup Nomor 56 Tahun 2023 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Khusus Tambang.

Penegakkan tersebut, kata dia, dilaksanakan karena saat itu waktu telah menunjukkan pukul 16.10 WIB
atau aturan itu selesai. Yang dimana kegiatan itu juga dilakukan
sesuai Berita Acara Nomor 551.11/14913/DISHUB/2023.

“Personel saat itu tengah menjalankan tugasnya soal uji coba memasukan kendaraan tidak bermuatan dari Kabupaten Tangerang ke Kabupaten Bogor yaitu pada pukul 13.00-16.00 WIB,” ungkap Agus dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Karena jam aturan telah selesai, lanjut Agus, para personel Dishub pun memutarbalikkan kendaraan angkutan tambang.

Namun pada saat itu, Agus mengklaim bahwa seorang sopir berinisial ME tidak terima kendaraannya diputar balik petugas.

“Tetapi terdapat seorang pengemudi berinisial ME yang tak terima ketika diarahkan untuk mutar balik. Lalu pengemudi itu dengan sengaja melakukan upaya menyenggolkan kendaraan yang dikendarainya terhadap personel dishub yang bertugas yaitu atas nama Slamet Lestariyadi hingga tubuh petugas yang bersangkutan tersenggol oleh kendaraan tersebut,” beber Agus.

Melihat itu, personel Dishub yang lain langsung segera membantu Slamet yang tersenggol kendaraan angkutan tambang tersebut.

“Akibat hal tersebut terjadi lah ketegangan antaran personel dishub dengan pengemudi angkutan tambang,” jelasnya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.