Ketua DPRD Kab. Bogor Disebut tak Peduli Pendidikan Politik

0
278

BOGOR – Direktur Democracy and Electoral Empowermenta Partnersihip (DEEP) dan Lembaga Studi Visi Nusantara Maju  (LS-Vinus), Yus Fitriadi menyebut Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ilham Permana tidak peduli dengan pendidikan politik untuk masyarakat.

Dia menyayangkan ketidakhadiran Ilham dalam kegiatan tersebut.

Kata Yus, seharusnya Ilham bisa memberikan contoh yang baik terhadap advokasi dan pendidikan politik untuk masyarakat Kabupaten Bogor.

Yus juga menyebut Ilham tidak memiliki etika, lemah dalam komunikasi politik dan tidak memiliki niat baik untuk membangun generasi muda di Kabupaten Bogor khususnya, untuk melek politik menjelang Pemilu 2019.

“Ketua DPRD Kabupaten Bogor tidak memilili mindset pendidikan politik. Saya berharap ke depan masyarakat cerdas dalam memilih calon anggota legislatif yang berpihak pada penyiapan kapasitas generasi ke depan,” kata Yus kepada wartawan, Minggu (13/1/2019).

Lebih lanjut Yus mengatakan, ketidakhadiran Ilham dalam kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor itu, secara tidak langsung memberikan contoh nyata bagi 50 peserta Kursus Singkat (KurSi) Pemilu dan Demokrasi yang menyasar pelajar SMA/sederajat tersebut, akan kondisi wakil rakyatnya.

Yus menilai sikap Politisi Golkar itu tidak sejalan dengan apa yang telah digembar-gemborkan calon anggota legislatif, lembaga politik, partai politik dan penyelenggara pemilu bahwa, masyarakat agar menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab.

“Logik sederhananya, saat kita bicara soal kecerdasan dan tanggung jawab dalam konteksbapapun, maka perlu prosed pendidikan, termasuk dalam menentukan pemimpin. Tapi Ketua DPRD tidak peduli dengan semua itu,” tegas Yus.

Menurut dia, proses pendidikan politik akan mampu meredam kampanye hitam, negatif, politik uang, membuat dan menyebarkan kabar bohong (hoax) yang sudah dianggap sebagai tradisi belakangan ini.

“Generasi milenial menjadi sasaran dari porgram ini, karena sebagai bentuk persiapan generasi muda untik melek politik yang etik, bermoral dan berkeadaban, bukan politik yang mengundang konflik dan merusak tatanan peradabang bangsa ini,” ungkap Yus menegaskan.

Dia mengaku sebelumnya sudah menyampaikan surat permohonan untuk membuka acara sejak jauh hari, namun hingga acara dimulai, pihak dari Ilham tidak memberikan konfirmasi apapun.

Walaupun Ketua DPRD Kabupaten Bogor tidak hadir, acara tetap berjalan dengan baik.

Acara KurSi tersebut terbagi menjadi empat sesi mulai dari pengantar pemilu dan demokrasi, perspektif konspetual dan filosofis yang diisi oleh Daniel Zukhron (Komisioner Bawaslu RI 2012-2017. Sesi medua, kelompok milenial, demokrasi dan pemilu, diisi oleh Nugroho Noto Susanto (Tim Assistenai dari Bawaslu RI).

Ketiga, studi kasus pemilu di Kabupaten Bogor, diisi oleh Irvan Firmansyah (ketua Bawaslu Kabupaten Bogor) dan keempat, praktik pemilu diisi oleh Umi Wahyuni (Ketua KPU Kabupaten Bogor).

“Ini angkatan pertama. Adapun KurSi angkatan kedua akan digelar tanggal 27 Januari 2019,” terang Yus.

KHAERUL UMAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.