Ketua DPRD: Festival Ketangkasan Domba Beri Efek Positif Terhadap Peternak dan Budaya Daerah

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto (kedua dari kanan) beserta jajaran Pemkab Bogor dan juga Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (tengah-red) dalam Festival Ternak Domba-kambing dan Seni Ketangkasan Domba (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menilai Festival Ternak Domba-kambing dan Seni Ketangkasan Domba yang dilaksanakan di area Stadion Pakansari, Cibinong, adalah sebuah harapan bagi para peternak untuk lebih meningkatkan peternakannya.

Menurutnya, festival tersebut juga merupakan sebuah budaya yang harus terus dilestarikan oleh masyarakat peternak.

“Hari ini yang kita lihat bukan hanya seni ketangkasan domba, tapi kita sebagai orang Bogor yang masuk dalam wilayah Jawa Barat dengan mayoritas suku sunda itu jadi berkaca juga, sudah sejauh mana kita warga Bogor melestarikan budaya sunda yang ada di Kabupaten Bogor,” kata Rudy, Minggu (12/11/2023).

Tak hanya itu, festival tersebut juga menjadi momentum pemerintah untuk lebih memaksimalkan potensi para peternak demi menjaga ketahanan pangan di daerah. Sebab, tidak hanya ketangkasan domba, melainkan hasil ternak hewan tersebut harus juga menjadi perhatian.

“Sejauh ini yang kami lihat perhatian Pemkab Bogor terhadap para peternak sudah cukup baik. Dinas Perikanan dan Peternakan kami lihat juga semakin intens, semakin aktif. Hal ini dibuktikan setelah kita mengesahkan APBD perubahan anggaran, itu dapat digunakan dengan baik,” jelasnya.

Rudy pun berharap festival tersebut bisa masuk ke dalama agenda rutin di wilayah Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor.

“Apalagi saat ini juga masih dalan peringatan Hari Pahlawan. Mereka, para peternak juga merupakan pahlawan ketahanan pangan yang perlu kita perhatikan dan maksimalkan. Saya berharap ini bisa lebih baik lagi ke depannya,” kata Rudy.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan kegiatan festival tersebut adalah untuk melestarikan budaya sunda.

“Kegiatan ini saya kira multiplayer efek, yang pertama tadi kita melestarikan budaya termasuk melestarikan domba lokal yang Indonesia miliki tidak kalah dengan domba Australia atau yang lainnya. Kemudian juga kegiatan ini mix dengan UMKM. Maka kegiatan ini memang harus juga menjadi event rutin ya,” kata Burhan.

Terlebih untuk Kabupaten Bogor, kata Burhan, pemerintah tinggal hanya mengoptimalkan potensi yang ada. Karena itu adalah sebuah keuntungan dibanding daerah lain yang masih mencari-cari apa potensi daerahnya.

“Saya kira kegiatan ini banyak manfaatnya. Saya harap ini menjadi peningkatan di bidang usaha dalam segi pertanian dalam artian luas,” tandas Burhan.

Sekedar informasi, dalam festival bertajuk Petani Pahlawan Bangsa tersebut ada dua kategori yang dilombakan yakni juara tangkas dan juara favorit tempur dengan jumlah peserta sebanyak 139 pasang domba.

Kemudian untuk pesta patok domba itu dibagi menjadi beberapa nomor yakni Raja Kasep Pungklak 4 (Lokal), Ratu Bibit Maksimal Pungklak 4 (Open), Raja Pedaging Maksimal Pungklak 4 (Open), Raja Petet Belum Pungklak (Lokal), Raja Petet Pungklak 2 (Lokal) dan kelas bebas/bobot ekstrim (lokal). Dengan total hadiah Rp30 juta. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.