Ketimbang Ganjil Genap, Pemkab Bogor Pilih Berdayakan SDM Tingkat Desa dan Kecamatan

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor, lebih memilih memberdayakan sumber daya manusia (SDM) di tingkat kecamatan hingga desa untuk memaksimalkan pengawasan protokol kesehatan, ketimbang melakukan ganjil genap seperti di Kota Bogor.

“Kita lebih memilih pengetatan protokol kesehatan di level mikro ya. Tidak ganjil genap,” ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin.

Menurutnya, peran maksimal Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan hingga desa bahkan RT dan RW diharapkan bisa menekan angka penyebaran Covid-19. Terlebih saat ini, Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai wilayah zona merah.

“Pengawasan protokol kesehatannya diperkatat. Jadi setiap warga dari luar Kabupaten Bogor bisa diawasi dengan pemeriksaan surat rapid test antigen atau swab,” kata Ade Yasin.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 di tingkat bawah ini juga wajib untuk pro aktif melihat kondisi di wilayahnya. Terutama saat ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Harus diawasi betul, terlebih mereka yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Harus di lihat kondisi rumahnya apakah layak untuk isolasi. Kalau beresiko, lebih baik dipindahkan. Kita masih punya dua ruang isolasi di Cibogo dan Kemang,” jelasnya.

Dia mengaku memiliki alasan tersendiri memilih kebijakan tersebut. Menurutnya, aturan ganjil genap tidak bisa diterapkan Pemkab Bogor lantaran banyak sekali pintu perbatasan untuk masuk ke Kabupaten Bogor.

Dimana pintu perbatasan untuk masuk ke Kabupaten Bogor tersebut 28 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan Kota Bogor.

“Jadi kita punya cara sendiri untuk melakukan pengetatan pengawasan di wilayah kita. Tidak bisa sama dengan Kota Bogor karena kondisinya juga berbeda,” jelas Ade Yasin.

Seperti diketahui, Pemkot Bogor menerapkan aturan ganjil genap untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Setiap pintu perbatasan dijaga dengan ketat.

Aturan itu mulai efektif berlaku besok, Sabtu-Minggu. Di pekan selanjutnya, kebijakan tersebut diterapkan sejak Jumat-Sabtu-Minggu. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.