Kericuhan Baku Hantam Warnai Festival Musik di Alun-alun Leuwiliang

Petugas kepolisian saat melakukan penembakan peringatan akibat kericuhan yang terjadi saat festival musik. (Ist)

LEUWILIANG – Acara festival musik halal bi halal di alun-alun Kacamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berujung ricuh antar dua kelompok, Senin (29/04/24).

Bahkan keributan yang dilakukan antar dua kelompok tersebut pihak kepolisian harus mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak dua kali. “Untuk persiapan sebetulnya sudah maksimal dan acara ini bertujuan untuk halal bi halal dan diluar dugaan serta diluar dari acara kita itu yang ribut anak-anak punk,” ungkap Ketua Panitia Wandi.

Ia mengatakan, dengan kejadian tersebut pihaknya sangat menyayangkan aksi keributan, sebab dalam kegiatan tersebut tentunya bertujuan untuk menyatukan para musisi yang ada di wilayah Kecamatan Leuwiliang. “Secara kesimpulan acara ini berjalan dengan lancar meskipun ada sedikit tembakan ke udara dari pihak kepolisian untuk membubarkan para penonton yang tersulut emosi,” tuturnya.

Camat Leuwiliang WR Pelitawan mengatakan, dengan kejadian semalam pihaknya akan evaluasi kembali, jika akan membuat acara kembali akan dibuat pintu masuk hanya satu pintu. “Indikasinya warga luar bukan warga Kecamatan Leuwiliang, bahkan acar musik ini kan ditunggu-tunggu masyarakat luas, bahkan banyak pihak yang memanfaatkan serta banyak pihak juga untuk membuat keributan,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya sangat menyayangkan kejadian dalam acara tersebut, sehingga dirinya meminta agar hal tersebut menjadi pembelajarannya. “Sangat disayangkan, niat baik kita kan untuk ajang silaturahmi untuk para pencinta musik serta menghilangkan aura negatif dibidang narkoba, keributan dan minuman keras,” tuntasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.