Keren! Klinik dan Rumah Sakit Hewan Bakal Berstandar Nasional

seminar bertajuk “The Experts Talk : Empowering Veterinary Clinic Services by Optimalization Diagnostic Imaging and Surgical Intervention’’, di Mutiara Ballroom Hotel Permata, Sabtu (22/6/2024). IST

BOGOR – Hewan peliharaan akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang dianggap penting oleh sebagian masyarakat, bahkan tak jarang, kehidupan hewan peliharaan diperlakukan selayaknya manusia.


Semakin banyaknya masyarakat yang memiliki hewan peliharaan menyebabkan meningkat pula kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan peliharaannya.


Untuk menjaga kualitas layanan dan kesehatan hewan tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nomor SNI 9184:2023.


Pelayanan kesehatan hewan, rumah sakit hewan, klinik hewan, dan praktik dokter hewan mandiri merupakan standar baru yang disusun dengan jalur pengembangan sendiri dan ditetapkan oleh BSN pada 2023.


“Standar ini digunakan sebagai acuan dalam menetapkan persyaratan pelayanan rumah sakit hewan, klinik hewan, dan praktik dokter hewan mandiri,” kata Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Hewan Indonesia (ARSHI), Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D, DAiCVIM ditemui di sela-sela seminar bertajuk “The Experts Talk : Empowering Veterinary Clinic Services by Optimalization Diagnostic Imaging and Surgical Intervention’’, di Mutiara Ballroom Hotel Permata, Sabtu (22/6/2024).


Standar ini, sambung dia, disusun oleh Komite Teknis 11-16 dan kesehatan hewan bersama dengan Sekretariat Komtek yang dikelola oleh Pusat Standardisasi Instrumen Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan BSIP Kementerian Pertanian.


“Standarisasi ini bersifat sukarela atau tidak wajib, namun tidak menutup kemungkinan di masa datang akan dijadikan sebagai instrumen dalam pembinaan oleh Kementerian Pertanian.”
‘Standar ini dapat digunakan oleh unit pelayanan kesehatan hewan dalam mengembangkan sistem manajemen rumah sakit hewan, klinik hewan dan praktik dokter hewan mandiri,” jelas Deni.

Dijelaskannya, unit pelayanan kesehatan hewan harus memenuhi persyaratan umum. Antara lain persyaratan sarana dan prasarana umum, sarana dan prasarana layanan teknis, kualifikasi dan kompetensi personel, dokter hewan praktik sebagai penanggung jawab dan empat persyaratan umum lainnya.


“Dokter praktik juga harus sudah memenuhi standar yang berlisensi resmi,” imbuhnya.


Contoh sarana dan prasarana umum seperti sumber air bersih, sistem drainase, sistem keamanan untuk menjamin kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.


“Untuk sarana dan prasarana layanan teknis seperti peralatan untuk mengendalikan hewan, pemeriksaan secara klinik, pengobatan dan penyimpanan obat,” katanya lagi.


“Dengan adanya SNI ini dapat menjamin kualitas, keamanan, kesehatan, keselamatan hewan peliharaan dan dapat dipertanggungjawabkan serta meningkatkan kepercayaan klien pemilik hewan,” pungkasnya. =AIM/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.