Kerahkan 25 Ambulance Lakukan Test Swab Secara Door to Door di Griya Melati

BOGOR – Langkah cepat dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Polresta Bogor Kota dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada klaster Griya Melati yang sudah ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Evaluasi terkait penanganan terus dilakukan di lokasi, dan hingga saat ini, tercatat ada 65 warga Griya Melati yang dinyatakan positif COVID-19. Penularan yang cepat itulah sehingga menjadi perhatian utama berbagai pihak.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi telah terjadi penambahan terus menerus pada klaster Griya Melati. Sebagai tindak lanjutnya, maka karena ini angkanya ada tambahan tambahan, hari ini serentak warga Griya Melati akan dilaksanakan test secara door to door.

“Akan disiapkan sebanyak 25 ambulance dari Puskesmas-puskemas di Kota Bogor untuk melaksanakan test dor to dor, sekaligus ada beberapa masyarakat yang tidak mau dilaksanakan test, kami harus menggunakan data per rumah, mana yang sudah dan mana yang belum, sehingga kami berharap sekitar 660 warga griya ini semuanya hari ini di pastikan sudah melaksanakan test,” jelasnya.

Hal itupun, lanjut Susatyo, untuk menentukan langkah-langkah yang menentukan berikutnya. Untuk jumlah warga Griya Melati ada 660 jiwa dari 220 rumah. Banyak warga yang sudah melakukan test dan negatif, saat ini mereka masih melakukan karantina selama 5 hari, karena warga tersebut sudah melakukan kontak erat.

Untuk membantu warga, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor telah dari menyiapkan kebutuhan makanan bagi warga, baik itu makan siang ataupun makan malam termasuk juga bagi para petugas semuanya. “Dari kepolisian kami siap, terutama untuk yang karantina mandiri, sehingga penanganannya adalah bagi yang sakit langsung di evakuasi dan bagi yang sehat kami fokus lakukan pengawasan di lokasi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kadinkes Sri Nowo Retno menjelaskan, pelaksanaan swab test secara door to door diseluruh perumahan Griya Melati akan dilaksanakan disetiap blok. “Pengaturan test nya nanti dibagi kedalam blok-blok, setiap blok klaster maksimal 20 orang yang di test swab. Hal itu dilakukan agar lebih cepat pelaksanaan test nya,” pungkas Retno. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.