Kepada Wanhai Saat Reses, PPK Cijeruk Adukan Kesulitan Rekrut Anggota PPS

Suasana reses yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi di Cijeruk. Ujang | Pakar


CIJERUK – Peristiwa meninggalnya salah satu ketua PPS di Kecamatan Cijeruk pada pemilu 2019 silam, dampaknya luar biasa. Peristiwa itupun mengakibatkan menurunnya minat masyarakat menjadi anggota KPPS. Selain itu, PPK Juga khawatir ancaman Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Yang akan memboikot pemilu jika revisi UUD tentang desa dan penambahan jabatan 9 tahun tidak disetujui DPR. Sehingga berimbas kepada kurangnya minat masyarakat untuk menjadi anggota PPS.

Hal itu dikeluhkan ketua PPK Kecamatan Cijeruk Edi Hadiana kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor saat reses Dapil 3 di aula Kantor Kecamatan Cijeruk. Menurut Edi, dirinya khawatir dengan ancaman kepala desa yang akan memboikot pemilu jika revisi UUD tentang desa tidak ditanda tangani DPR.


“Mohon maaf di momen yang baik ini, saya menyampaikan kekhawatiran kami PPK, terkait ancaman kepala desa yang akan memboikot pemilu jika Revisi UUD desa soal masa jabatan tahun tidak disetujui DPR. Jujur ini, membuat kami khawatir,” ujar Edi Hadiana dalam sambutannya dihadapan Anggota DPRD Kabupaten Bogor.


Dia menegaskan, terkait ancaman tersebut tidak bisa dianggap remeh, sehingga pihaknya meminta DPRD agar segera melakukan komunikasi dengan para kepala desa. “Masalah ancaman tersebut, tidak bisa dianggap sepele makanya kami sampaikan keluhan ini, sehingga pemilu bisa berjalan dengan aman damai,” ungkapnya.


Edi juga mengeluhkan, minimnya minat masyarakat yang menjadi anggota PPS dan   KPPS, hal tersebut dampak dari meninggalnya salah satu anggota KPPS pada pemilu 2019 silam menjelang pelaksanaan pemilu. Yang hingga kini tidak jelas perhatiannya dari pemerintah. “Paska meninggalnya anggota KPPS satu orang di kecamatan Cijeruk pada pemilu 2019 silam, dampaknya luar biasa sehingga menurunnya minat masyarakat menjadi anggota KPPS. Karena hingga saat ini tidak jelas baik perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.


Wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi atau yang akrab disapa Wanhai menjelaskan, kekhawatiran tersebut tidak perlu dibesar besarkan tadi sudah kelar dengan sekretaris sekretaris APDESI Cijeruk. “Tadi sudah kelar dengan APDESI  Cijeruk tidak ada itu masalah pemboikotan,” ucapnya singkat. UJG
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.