Kendaraan Besar ke Puncak Dibatasi, Bupati Justru Optimis Wisatawan Meningkat

Inilah objek wisata Telaga Saat di kawasan perkebunan teh Puncak. IST

CIBINONG – Bupati Ade Yasin mengaku optimis jika pembatasan kendaraan besar seperti truk barang dan bus ke kawasan wisata Puncak Kabupaten Bogor, akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Bukan tanpa alasan, Ade Yasin menilai pembatasan kendaraan besar khususnya melalui jalur alternatif Puncak akan lebih meningkatkan minat pengunjung. Karena sejauh ini kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut cukup membuat jenuh.

“Wisatawan yang datang bakal senang karena akses menuju tempat wisata tidak macet. Karena kendaraan besar saat ini sudah dibatasi untuk masuk ke jalan alternatif,” kata Ade Yasin, Senin (18/4/2022).

Dengan berkurangnya kendaraan besar yang masuk, dia menyebut bahwa alternatif lain adalah penyediaan kendaraan kecil oleh setiap pengelola wisata di Puncak.

Sementara, wacana pembatasan kendaraan besar seperti truk barang dan bus ini digulirkan oleh jajaran Polres Bogor.

Namun bukan tanpa solusi, Polres Bogor melalui Satuan Lalu lintas (Satlantas) juga berencana membangun tempat parkir khusus kendaraan besar untuk membatasi mobilitas bus dan truk barang di kawasan wisata Puncak.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata mengatakan,
bus dan truk barang menjadi beberapa penyebab macetnya arus lalu lintas Puncak. Terlebih di jalur alternatif yang kerap kali dilewati kendaraan besar tersebut.

“Untuk itu harus dibatasi dan perlu dibuatkan lokasi parkir khusus kendaraan bus atau truk yang akan masuk ke kawasan wisata yang ada di jalur alternatif Puncak dengan menyediakan angkutan khusus dari lokasi parkir ke lokasi tujuan,” kata Dicky.

Lebih lanjut Dicky mengatakan, pembatasan bus dan truk barang ke jalur Puncak akan dilakukan dengan memasang rambu di simpang jalur alternatif.

“Untuk pembangunan lokasi parkir rencananya ada tujuh lokasi yakni rest area Cilember, Taman Wisata Matahari, rest area Lembah Nyiur, lalu di rest area Anggraeni, rest area Sinbad, kemudian di Hotel Evergreen dan Gunung Mas,” tuturnya.

Rencana ini pun didukung Bupati Bogor, Ade Yasin. Menurutnya, kondisi jalur alternatif Puncak kian semrawut, apalagi saat akhir pekan.

“Saya akan meminta kepada Dinas Perhubungan, Disbudpar, Kecamatan dan Desa wilayah setempat untuk kolaborasi membahas secara teknis guna menindaklanjuti rencana tersebut,” kata Ade Yasin. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.