Kemensos dan Kejagung Turun Gunung ke Cianjur, Kasus BPNT Jadi Sorotan

Dadang Iskandar Inspektorat Jenderal Kemensos. (ESYA)

CIANJUR—Akibat adanya pengaduan masyarakat (Dumas) dari LSM Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara (YLPKN) Jabar terkait soal dugaan pungli “uang gesek” Rp 5000/KPM dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilakukan oknum Agen/E-Warung di Kecamatan Sindangbarang. Akhirnya dari Kementerian Sosial (Kemesos) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, turun kewilayah Cianjur.


Inspektorat Jenderal Kementrian Sosial Republik Indonesia (Itjen Kemensos-RI) Dadang Iskandar mengaku tujuan dari kedatangannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, untuk menindaklanjuti adanya pengaduan masyarakat (Dumas) dari salah satu LSM.

“Sebenarnya dumas tersebut, ditunjukan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Namun dalam surat pengaduan tersebut, ada ditembusannya masuk ke kantor Kemensos RI untuk segera ditindaklanjuti.”kata Dirjen Kemensos RI Dadang Iskandar kepada wartawan di Halaman Kejari Cianjur, Jumat (26/2/2021).


Saat ini, lanjut Dadang, semua pihak sudah kita panggil mulai dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ,Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Suppliernya CV Ajeng dan Agen atau E-Warung. “Intinya tidak, seluruhnya pengaduan masyarakat (Dumas) tersebut, benar. Pasalnya “uang gesek” Rp 5000,-tersebut, sebagaimana yang disampaikan oleh Agen atau E-Warung itu, merupakan keuntungan. Jadi itu, bukan pemotongan, melainkan keuntungan Agen atau E-Warung,” tegasnya.


Namun, saat ditanya soal struk rincian harga dalam Komoditi BPNT tercantum ada uang gesek agen 5000. Dia menjawab nah itulah penggunaannya menggunakan edisi KPM. Karena dari sana, uang sebesar Rp 200.000/KPM itu, digunakan untuk membeli sembako dari mulai beras, daging, sayur mayur dan buah buahan. Namun, jika memang tercantum dalam stuk edisi KPM, itu tidak boleh,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.