Kemendikbudristek Gandeng Unida Bogor Gelar Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten 2022

Universitas Djuanda (Unida) Bogor, menjadi kampus yang digandeng untuk bekerja sama dalam penyelenggaraan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Tahun 2022 oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek. (Dok.Unida)

BOGOR – Universitas Djuanda (Unida) Bogor, menjadi salah satu kampus yang digandeng untuk bekerja sama dalam penyelenggaraan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Tahun 2022 oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dilaksanakan selama tiga hari terhitung 7 sampai 9 Juni 2022 di Hotel Onih Bogor, Unida pun berkesempatan memimpin langsung jalannya pelatihan dengan menjadi host dalam pelatihan tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Rektor Unida Bogor Aal Lukmanul Hakim mengatakan, penghormatan yang diberikan Kemendikbudristek merupakan wujud daripada kerja keras Unida. Sehingga hal tersebut harus menjadi sebuah motivasi untuk kampus yang lebih baik lagi ke depannya.

“Tentu menjadi sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa bekerja sama dengan Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek dalam mengadakan pelatihan. Kami berharap ini dapat meningkatkan kapasitas kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), baik dosen maupun peneliti perguruan tinggi terutama dalam bidang penelitian dan pengembangan berbasis sistem Kekayaan Intelektual (KI), khususnya pada bidang paten,” kata Aal Lukmanul Hakim dalam keterangan tertulisnya yang diterima PAKAR, Minggu (12/6).

Lebih lanjut dia mengatakan, khusus penelitian dan pengembangan di bidang sains dan teknologi, salah satu hal mendasar yang harus dipahami untuk mendapatkan manfaat dari sistem paten ialah kemampuan mencari informasi paten terdahulu, sebagai referensi kebaruan dan langkah inventif, serta kemampuan mengungkapkan karya yang inovatif dalam suatu format dokumen paten yang menjadi salah satu syarat pendaftaran paten.

“Pelatihan ini menjadi sangat penting karena bagaimanapun dalam proses pengajuan paten, deskripsi menjadi langkah awal diterima atau tidaknya sebuah paten. Dalam tiga hari ini Bapak/Ibu akan menerima materi dari para narasumber yang luar biasa. Semoga bisa menjadi bekal untuk lebih meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peranan sistem paten dalam membangun budaya penelitian yang inventif dan inovatif,” tutur Aal Lukmanul Hakim.

Diketahui, ada 86 peserta yang terlibat dalam Pelatihan Penulisan Deskripsi Paten Tahun 2022 yang diselenggarakan Unida Bogor tersebut.

Koordinator Fasilitasi Kekayaan Intelektual dan Paten, Yoga Dwu Arianda mengungkapkan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten merupakan salah satu program dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat pada tahun ini.

Menurutnya, program yang tengah dijalankan tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan jumlah penelitian agar dapat diajukan paten dan juga meningkatkan jumlah permohonan paten dari perguruan tinggi.

“Dalam kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Djuanda yang bersedia menjadi mitra pelaksana kami untuk kegiatan pertama pelatihan penulisan deskripsi paten. Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan
agar mampu meningkatkan pemahaman, baik itu terkait dengan pembuatan dokumen deskripsi paten, metode penulisan, hingga klasifikasi paten dan penelusuran informasi paten untuk mengetahui patentibilitas invensi,” ungkapnya.

Sekedar informasi, dalam kegiatan pelatihan tersebut, Unida Bogor menghadirkan beberapa narasumber. Seperti Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Nani Nuraeny, Prof Filly Pratama dari Universitas Sriwijaya, Hendra Wibowo dari IPB University, dan Ahmad Marzuki dari Universitas Sebelas Maret).

Kemudian Ahdiar Romadhoni dari Institut Teknologi Bandung, Prof Amran Laga dari Universitas Hasanudin, Nanik Astuti Rahman dari Institut Teknologi Nasional, serta Ria Dewi Andriani dari Universitas Brawijaya. =MAM


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.