Kelompok Wanita Tani Purwasari Ikuti Sosialisasi Sistem Pertanian Hidroponik

Kelompok Wanita Tani Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diberi penyuluhan pertanian sistem hidroponik. (Jefri | Pakar)

DRAMAGA – Sedikitnya 20 ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diberi penyuluhan pertanian sistem Hidroponik yang berlangsung di Kampung Situ Uncal Tengah RT 5/RW 7, Desa Purwasari, Dramaga, Minggu (8/10/2023).

Pemerintah Desa Purwasari mendatangkan narasumber di antaranya Ir. Nur Rochman M.Si, ahli hidroponik dari Universitas Juanda Bogor, ditemani beberapa mahasiswa, serta Ketua KTNA Kabupaten Bogor, Didin Saprudin.

Kepala Desa Purwasari, Yusup Mustopa mengatakan, program penyuluhan pertanian menggunakan sistem hidroponik yang dilangsungkan di desanya, lebih diprioritaskan kepada ibu&ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) desa.

“Saat ini program utama penyuluhan pertanian sistem hidroponik di Desa Purwasari, lebih difokuskan kepada ibu rumah tangga. Tujuannya untuk membantu pemerintah pada program ketahanan pangan, juga sebagai sasaran program pemberdayaan masyarakat desa,” kata Yusup Mustopa.

Ditambahkan Kades, tujuan lainnya untuk penyuluhan program pertanian hidroponik tersebut, juga untuk membangun peningkatan pendapatan ekonomi iburumah tangga, khususnya pada bidang utama pertanian hidroponik sayur nayur, dan setelah itu baru terfokus pada penanaman tanaman antanan yang akan dikelola untuk pembuatan teh antanan.

“Program pertanian hidroponik yang ditujukan kepada ibu rumah tangga yang tergabung dalam KWT, secepatnya akan kami realisasikan sebagai upaya terobosan peningkatan program pertanian di Desa Purwasari. Selama satu tahun, desa akan membeli teh antanan hasil produksi ibu-ibu KWTnya,” tandasnya.

Ir. Nur Rochman M.Si, dari Universitas Juanda Bogor selaku Narasumber bidang Pertanian Sistem Hidroponik banyak memberikan penjelasan, di antaranya hasil pertanian sayur mayur hodroponik, hasilnya akan lebih baik dan memiliki kualitas tinggi.

“Selain sayur mayur seperti cei sim, sawi, kangkung dan lainnya, kami akan kembangkan budidaya antanan sebagai tanaman herbal,” tukasnya.

Sementara Ketua KTNA Kabupaten Bogor Didin Saprudin, siap membantu menjembatani program pertanian gidroponik ibu-ibu KWT Purwasari ke Dinas Pertanian Kabupaten Bogor. =JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.