Kelompok Peternak Ikan Lele di Desa Cipicung Keluhkan Kerusakan Saluran Irigasi Yang Tak Kunjung Diperbaiki

Salah satu peternak ikan lele yang melihat kolamnya tak teraliri air. (Yusman | Pakar)

CIJERUK- Sejumlah peternak lele di Kampung Cipicung RT 02 RW 04, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengeluhkan sedikitnya debit air yang mengalir ke sejumlah kolam ikan milik peternak.

Kondisi ini diduga disebabkan banyak penggunaan air dari saluran air Kongsi ke sejumlah vila di wilayah tersebut. Selain itu, banyak juga saluran irigasi yang rusak membuat air tidak mengalir maksimal.

Ketua RT 02 RW 04 Asep Harir mengatakan, upaya para peternak ikan memperbaiki kerusakan hingga sumbatan air sudah dilakukan pada saluran air Kongsi. Namun mereka terkendala saluran air yang memasuki areal vila, dan belum lagi banyak vila-vila menggunakan air dari saluran yang sama.

Akibatnya, pasokan air ke kolam para peternak ikan lele berkurang dan bahkan tidak ada. Sehingga, mengakibatkan ribuan ikan lele peternak mati.

“Permohonan bantuan perbaikan saluran irigasi sudah disampaikan ke pemerintah desa, tapi sudah hampir dua tahun ini belum ada kabar akan diperbaiki,” ujar Ketua RT 02 Asep Harir.

Peternak ikan lele di Desa Cipicung khawatir jika saluran air tidak segera diperbaiki akan berdampak pada usahanya. Bahkan ada beberapa peternak malah sudah tutup.

“Saya mewakili kelompok peternak lele di lingkungan saya ada belasan kolam ikan yang dikelola oleh kelompok ternak lele, sampai saat ini mereka memelihara sekitar ratusan mungkin jutaan ikan lele, tapi sudah beberapa tahun kebelakang air tidak stabil kadang airnya ada kadang tidak ada, walaupun ada alirannya kecil, hal ini disebabkan saluran airnya banyak yang bocor dan kami kesulitan untuk memperbaikinya, sumber airnya di kongsi cukup besar,” bebernya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR untuk segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak ini. Atau tidak, Pemerintah Desa bisa memberikan bantuan berupa paralon, agar aliran air stabil. Dengan begitu, para peternak tidak merasa khawatir air akan surut.

“Pernah kami mengajukan ke Pemdes tahun 2020, namun pihak Pemdes malah menyuruh kami untuk di ukur ulang, sehingga apa yang kami ajukan selama ini kemana, padahal kami sangat membutuhkan air tersebut dan kami mohon agar bantuan paralon untuk peternak lele segera di realisasikan,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.