Kelas Nyaris Ambruk, Siswa di Cianjur Terpaksa Belajar di Mushola

Beginilah kondisi para siswa yang belajar di mushola karena bangunan sekolah SDN Sukagalih Cikalongkulon Cianjur nyaris ambruk. Endi | Pakar

CIANJUR – Miris, Siswa SDN Sukagalih di Kampung Benda, Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur terpaksa belajar dilantai secara ngampar di Mushola karena ruangan kelasnya nyaris Ambruk sudah tua.

Berdasarkan informasi, ruang kelas tersebut kelas 4,5 dan 6. Selain itu, sudah dua kepala sekolah atau sekitar 10 tahun mengajukan bantuan namun tidak pernah kunjung menjadi kenyataan dibangun.

Murid tiga kelas tersebut belajar ngampar juga bergiliran ada yang masuk pagi dan masuk pukul 10.00 WIB. Mereka mengaku tak nyaman dan cepat pegal karena belajar ngampar alias tidak duduk di kursi dan menulis di meja.

Keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan pertemuan dengan komite dan orangtua untuk tak memakai tiga ruangan tersebut karena khawatir dengan keselamatan murid.

Kepala SDN Sukagalih, H Wiwi Ruhiana SPd, mengatakan sejak ia menjabat dua bulan lalu, ia langsung konsen dengan beberapa puing atap yang rapuh, langit-langit kelas yang bocor, dan keramik serta dinding kelas yang sebagian hancur.

“Dari informasi guru di sini sudah dua kepala sekolah mengajukan bantuan perbaikan, tapi tak kunjung juga diperbaiki, berarti sudah 10 tahun pengajuan bantuan disampaikan,” ujar Wiwi ditemui di SDN Sukagalih, Senin (15/8/2022).

Wiwi berharap tiga ruangan kelas tersebut segera mendapat bantuan perbaikan dari dinas karena murid sudah tak nyaman belajar di musala setiap hari.

“Belajarnya bergantian, ada yang masuk pagi, ada yang olahraga, dan ada yang belajar di musala, diatur seperti itu setiap hari agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung,” kata Wiwi.

Wiwi mengungkapkan, di tengah pemerintah Cianjur sedang mengejar indeks pembangunan manusia, fasilitas di sekolahnya belum menunjang murid untuk belajar dengan baik.

Wali kelas VI SDN Sukagalih, Cucu Samsiah SPd, menuturkan banyak keluhan yang disampaikan oleh muridnya ketika belajar ngampar. Selain dingin karena langsung bersentuhan dengan keramik banyak murid juga yang merasakan pegal-pegal.

“Iya keluhannya pegal-pegal karena menulisnya membungkuk ke lantai,” katanya.

SDN Sukagalih berada di pinggir Jalan Alternatif Jonggol KM 1. Posisinya yang strategis di pinggir jalan sering kedatangan tamu baik dari Cianjur maupun dari luar Cianjur.

Dua murid SDN Sukagalih, Anisa (12) dan Syifa Andriani (12) berharap kelasnya segera diperbaiki agar ia bisa belajar dengan fokus dan tak cepat merasa pegal.

“Iya kami ingin sekolah kami bagus lagi, belajar di sini cepat pegal karena membungkuk terus di lantai,” katanya.

Dari keterangan sekolah tersebut terakhir mendapat sentuhan rehabilitasi pada tahun 2010. NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.