Kecamatan Rumpin Darurat Guru Sekolah Dasar

Kepala Kordinator Pelayanan Pendidikan (Koryandik) Kecamatan Rumpin, Suliman. Fahri | Pakar

RUMPIN – Kebutuhan tenaga pengajar bagi bagi lembaga pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rumpin, saat ini masih sangat kurang.

Hal ini diungkapkan Suliman, Kepala Kordinator Pelayanan Pendidikan (Koryandik) Kecamatan Rumpin. Menurutnya, dari data yang ada saat ini, untuk tingkat SD yang tersebar di wilayah Kecamatan Rumpin, selain kekurangan guru pengajar, juga kekurangan untuk posisi kepala sekolah (Kepsek).

”Kecamatan Rumpin saat ini sedang darurat guru dan kepala sekolah. Termasuk juga kekurangan untuk guru agama dan guru olah raga,’’ kata Suliman, Kepala Kordinator Pendidikan Kecamatan Rumpin, Senin (22/2/2021).

Ia mengungkapkan, saat ini guru yang ada dan aktif, hanya honorer. Sedangkan di sisi lain, ada 23 orang tenaga pengajar dan staf dari PNS, akan purna bakti pada tahun 2021.

“Rinciannya, ada lima orang kepala sekolah dan 17 orang guru serta satu orang petugas penjaga sekolah yang akan purna bakti pada tahun ini,’’ beber Suliman. 

Suliman menerangkan, saat ini di Kecamatan Rumpin ada sebanyak 183 orang tenaga pendidikan. Mulai dari kepala sekolah, guru kelas, guru agama, guru olah raga dan penjaga sekolah. Sementara untuk jumlah sekolah di Kecamatan Rumpin ada 62 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 3 Sekolah Dasar swasta dengan total jumlah siswa sebanyak 17. 196 orang.

”Untuk kepala sekolah ada 55 orang, sedangkan guru kelas ada 121 orang, guru agama 3 orang dan penjaga sekolah ada 5 orang. Jadi totalnya ada 183,” ucap Suliman.

Menurutnya, dari data yang ada, kebutuhan kepala sekolah di Kecamatan Rumpin sebanyak 63 orang, sedangkan untuk guru kelas dibutuhkan 494 orang guru.

“Untuk guru agama dibutuhkan sebanyak 63 guru, guru olah raga dibutuhkan sebanyak 63 guru dan untuk penjaga sekolah 63 orang. Jika ditotal Kecamatan Rumoin membutuhkan sebanyak 746 orang tenaga pendidik dan staf,” jelas Suliman.

Daen Nuhdiana, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor mengatakan, kekurangan guru SD bukan hanya di Kecamatan Rumpin, tapi hampir tersebar di Kabupaten Bogor.

“Nanti kita akan dorong Pemerintah Kabupaten Bogor, soal status guru honor yang sudah lama mengabdi. Apalagi saat ini, banyak guru yang akan purna bakti,” ujar legislator asal Rumpin ini.

Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, lanjutnya, akan terus mendorong agar ada penambahan guru, meski saat ini masih terkendala oleh RUU Pemerintah Pusat.

“Apakah nanti ada pengangkatan P3K menjadi PNS atau diberikan legalitas SK. Yang pasti, kami akan tetap mengawal dan memdorong hal ini,” pungkas Daen. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.