KCD Pendidikan Wilayah I Catat 4.799 Peserta Jalur KETM PPDB Tahap Pertama

Kepala KCD Pendidikan Wilayah I Kabupaten Bogor, Abur Mustikawanto. Age | Pakar

CIBINONG – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I mengumumkan ada sebanyak ribuan peserta yang mendaftarkan diri jalur KETM (keluarga ekonomi tidak mampu) pasa pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 tahap pertama.

Hal itu disampaikan oleh Kepala KCD Pendidikan Wilayah I Kabupaten Bogor, Abur Mustikawanto bahwa 1.999 pendaftar KETM jenjang SMA Negeri dan 2.800 pendaftar jenjang SMK Negeri.

“Jumlah pendaftar KETM di SMA Negeri itu 1.999 peserta, sedangkan di SMK Negeri ada 2.800 peserta dan ini untuk tahap pertama saja. Untuk pendaftar tahap kedua nanti akan kita umumkan karena sekarang masih dalam proses,” katanya kepada PAKAR.

Ia menjelaskan bahwa setiap sekolah hanya memiliki 10 kouta, sedangkan peserta yang mendaftar hanya 20-30 peserta pendaftar KETM baik itu di SMA/SMK Negeri.

“Banyak yang protes jalur KETM ini ga diterima (keluhan) karena hanya diterima 10 peserta/sekolah, sedangkan yang daftar 20. Dan menurut saya itu ada adil, karena kalau semuanya diterima sistem itu ga jalan,” imbuhnya.

Sementara Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I sempat mengumumkan ada 541 peserta mengundurkan diri saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur KETM (keluarga ekonomi tidak mampu) tahap pertama di Kabupaten Bogor.

“Kita mendata anak-anak (peserta) yang miskin (KETM) itu datanya ada 654 siswa, kemudian jumlah yang mendaftar ada 112 siswa. Artinya jumlah siswa yang mengundurkan diri tahap pertama itu ada 541 peserta,” ucapnya.

Ia mengungkapkan alasan para peserta PPDB mengundurkan diri tersebut dikarenakan jarak tempur dan biaya mobilisasi untuk menempuh pendidikan jenjang SMA/SMK Negeri di Kabupatej Bogor.

“Mereka mengundurkan diri itu sebab harus membayar angkutan umum untuk pulang pergi ke sekolah dan jarak tempuh yang dilalui mereka juga tergolong cukup jauh, dan jarak itu yang menjadi faktor problem mereka untuk sekolah lagi. Makanya mereka (peserta) itu lebih memilih mengundurkan diri, karena takutnya putus (sekolah) ditengah jalan,” ungkapnya.

Abur menyampaikan ada 56 SMA/SMK Negeri di Kabupaten Bogor untuk menampung peserta didik tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan.

“Jadi di kita itu jumlah SMA Negeri ada 45 sekolah dan SMK Negeri 11 sekolah. Artinya 56 sekolah ini kita menampung peserta didik tidak mampu dijalur KETM sebesar 15 persen dimasing-masing dan saya harap tidak ada lagi peserta didik yang mengundurkan diri pada pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2024/2025 ini,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.