Kasus Noven Masih Belum Terungkap, STS Lihat Ada Kejanggalan

Ketua Umum DPP Peradi Pergerakan Sugeng Teguh Santoso. IST

BOGOR – Ketua Umum DPP Peradi Pergerakan Sugeng Teguh Santoso (STS) mendesak Polresta Bogor Kota, untuk segera mengungkap kasus pembunuhan siswi SMK Baranangsiang Andriana Yubelia Noven Cahya.

Sugeng menganggap kasus ini merupakan kasus mudah dan menjadi pertanyaan besar apabila Polresta Bogor Kota tidak bisa mengungkap kasus yang sudah berlarut sekitar dua tahun.

“Kasus Noven adalah black number untuk Polresta Bogor Kota dan menurut saya agak janggal kenapa tidak bisa diungkap. Kenapa?, karena kepolisian Indonesia itu sangat ahli mengungkapkan kasus-kasus pembunuhan seperti kasus Noven ini,” tegas Sugeng kepada wartawan, Selasa (16/3).

Ia menuturkan, nyaris kasus pembunuhan bisa diungkap oleh polisi Indonesia dengan persentasi mencapai 100 persen. Yang kedua kasus pembunuhan itu sudah ada satu model pengungkapan.

“Dalam kasus pembunuhan biasanya antara korban dengan pelaku itu kenal. Kecuali kasus-kasus yang namanya accidental, itupun bukan oleh orang-orang yang sebetulnya menurut saya tidak waras atau psikopat. Itupun bisa diungkap,” tukas dia.

Sugeng menegaskan, jika kasus Noven yang sudah lebih dari satu tahun ini tidak bisa diungkap, itu menurutnya selain tidak profesional ada satupun tanda tanya besar mengapa Polresta Bogor Kota tidak mau mengungkap.

“Bukan tidak bisa mengungkap, tapi ini tidak mau mengungkap. Disini saya rasa ada keengganan mengungkap ini. Ini yang saya tidak mengetahui apa alasannya,” tandasnya.

Sugeng juga berpendapat, untuk kasus mayat dalam kantong plastik di Cilebut dengan pelaku berinisial MRI saja bisa kan. Ini kasus Noven sendiri kan ada satu rekaman gambar, kemudian pengungkapan kasus pembunuhan itu dalam hal ini korbannya Noven anak sekolah sehingga bukan seseorang yang memiliki uang bukan korban perampokan.

“Noven bukan orang penting, dari pemetaan ini bisa diduga siapa potensial suspect. Yang kedua komunikasi telepon bisa dilacak, untuk bisa semakin mempersempit siapa potensial suspect. Komunikasi telepon harus dibuka secara transparan kepada keluarga korban, ini sangat penting. Komunikasi telepon siapa yang terakhir, ditarik misalnya sebulan kebelakang, ini kan anak muda. Apakah problem percintaan, problem bullying, atau hubungan dendam dan sakit hati,” bebernya.

Sugeng menambahkan, bentuk serangan pelaku merupakan serangan yang mematikan dengan senjata tajam.

“Sementara tidak ada barang yang diambil, ini pemetaan sudah jelas lah kasus-kasus seperti ini. Ini kasus mudah menurut saya,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kasus Noven masih dalam penyelidikan dan pihaknya harus merangkai kembali kejadian yang sudah lampau.

“Dalam lidik kang. Kami harus merangkai kembali kejadian yang sudah lampau,” singkatnya.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.