Kasus COVID-19 di Cianjur Melandai, BBPK Ciloto Tidak Digunakan Kembali Untuk Isolasi

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur Yusman Faisal. (Ist)

CIANJUR—Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto sebagai pusat isolasi bagi pasien covid-19 sudah tidak lagi digunakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Pasalnya hingga saat ini pusat isolasi bagi pasien covid-19 di Kabupaten Cianjur tersentralisasi di Vila Bumi Ciherang di Kecamatan Pacet. “Memang masa perjanjian peminjaman BBPK Ciloto milik Kementerian Kesehatan yang berada di Desa Ciloto Kecamatan Cipanas itu telah habis. Selain itu, Kementerian Kesehatan pun akan menggunakan kembali BBPK itu sebagai tempat pelatihan. Karena memang masa peminjamannya (BBPK Ciloto) telah habis. Jadi kita tidak melayani lagi isolasi pasien covid-19 di tempat tersebut,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal kepada wartawan Selasa (25/05/2021).

Menurutnya, alasannya tren perkembangan kasus baru covid-19 di Kabupaten Cianjur akhir-akhir ini terpantau melandai. Sehingga diputuskan pelayanan isolasi akan disentralisasikan di Vila Bumi Ciherang, Pacet. “Berdasarkan hasil analisa dan kajian tim kami, telah terjadi penurunan kasus Covid-19. Sehingga akan lebih efektif dan efisien dari segi biaya kalau itu digabungkan. Jadi hanya membuka satu pusat isolasi yaitu di Vila Bumi Ciherang,” terangnya.

Dia mengaku, hanya kapasitas atau daya tampung di Vila Bumi Ciherang secara otomatis ditambah. Saat ini ruangan isolasi atau tempat tidur di Vila Bumi Ciherang bisa menampung lebih dari 100 orang.”Selama ini yang kita sewa di Bumi Ciherang itu kan hotelnya untuk tenaga medis maupun pasien covid-19 yang diisolasi. Nah, sekarang, vila-vilanya pun bisa disewa sehingga kapasitasnya bisa mencapai 100 orang, bahkan lebih,” ungkapnya.

Hanya saja penambahan kapasitas ruang isolasi merupakan bentuk antisipasi seandainya sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus. Sehingga nanti Pemkab Cianjur tak kewalahan mencari tempat saat kondisi yang tak diinginkan terjadi. Karena tingkat keterisian ruangan atau tempat tidur di Vila Bumi Ciherang kisaran 60%-70%. Sedangkan tingkat keterisian di semua rumah sakit rata-rata di bawah 40%. “Insya Allah tersedia. Kita antisipasi berbagai kemungkinannya. Kalau yang di rumah sakit itu total rata-rata,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.