Karena Persoalan Ini, Pasar Pafesta Semakin Tenggelam

Kios-kios di Pafesta sepi penjual dan pengunjung. (Yusman | Pakar)

CISARUA – Pasar Festival Pariwisata (Pafesta) di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang dulu digadang-gadang menjadi pasarnya wisatawan rupanya harus tenggelam karena persoalan internal yang menjeratnya.

Kini ratusan kios dan ruko yang dibangun dengan biaya puluhan miliaran rupiah ini hanya diisi beberapa pedagang saja terutama kios bagian depan. Sementara, kios di dalam kosong tanpa penghuni.

Pantauan wartawan di lapangan, ratusan kios banyak dalam kondisi tutup tak terisi. Beberapa terlihat wara-wiri hanya untuk sekedar melihat-lihat. Ada dua tiga kios terisi nampak sepi pembeli.

Ade, penjual pakaian di Pafesta mengaku sengaja mengisi kios ini meski gak ada pembeli.

“Saya terpaksa berjualan di sini karena tak punya kios lagi, meski dagangannya sepi pembeli,” ujar Ade pedagang asal Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua. Rabu (13/4/2022).

Selain Ade, pedagang lainnya, Saeful penjual karpet mengaku terus menjalani usahanya ini meski pasar tidak seramai Pasar Tohaga Cisarua. “Orang datang kesini jarang, gak seperti ke pasar Cisarua,” ucapnya.

Meski demikian, ia tetap berharap Pafesta akan ramai dikunjungi di bawah pengalola baru yaitu Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Untuk diketahui, persoalan pasar Pafesta telah terjadi sejak puluhan tahun, saat ini penglolaan Pasar Pafesta dipegang oleh PT Guna Persada.

Namun di tengah perjalan, karena PT Guna Persada menggunakan uang YKPP pada pembangunan pasar tersebut, sang Direktur gagal bayar dengan hutang hampir Rp30 miliar.

Saat itu, Direktur PT Guna Persada, Adin telah menjaminkan sertifikat asli lahan yang dijadikan Pafesta dan telah membuat Akte Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan kuasa menjual dan untuk pembayaran hutang ke YKPP.

Selain memiliki masalah dengan YKPP, sejumlah perseteruan pun terjadi dengan pihak-pihak sebelumnya seperti dengan komisaris PT Pafesta Baharuddin Ali.

Namun begitu, meski pengelolaan Pasar Pafesta sudah dipegang YKPP, ratusan pedagang yang sebelumnya sudah membeli kios di pasar tersebut enggan mengisi karena tidak ada orang yang mau belanja ke pasar itu.

“Wah ngapain jualan di kios dalam Pafesta, cuman nongkrong doang gak ada yang beli,” ucap Heru pedagang di Pasar Cisarua. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.