Karena Lakukan Hal Ini, Dua Cafe di Kota Bogor Disegel Oleh Satpol PP

11
Tim Pemburu Pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bogor menemukan pelanggar protokol kesehatan dan aturan PPKM. Roy | Pakar

BOGOR – Tim Pemburu Pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bogor, sampai kemarin, masih saja menemukan pelanggar protokol kesehatan dan aturan PPKM di Kota Hujan ini.

Sedikitnya tak kurang dari delapan kafe bandel di Kota Bogor kena sanksi karena melanggar aturan. Kemudian, dua kafe diantaranya terpaksa disegel oleh petugas.

Hal itu diketahui saat petugas melakukan patroli pada Sabtu (23/1) dan Minggu (24/1).

Jadi, tim gabungan yang terdiri dari unsur polisi, TNI dan Satpol PP Kota Bogor itu menindak delapan kafe yang masih membandel dan melanggar peraturan.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syach melalui Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana mengungkapkan, dari delapan kafe yang diberikan sanksi, empat diantaranya melanggar peraturan pembatasan jumlah pengunjung dan empat lainnya melanggar jam operasional.

“Jadi Pemkot Bogor sudah berupaya menyeimbangkan antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Namun dari kebijakan tersebut masih ada saja yang membandel. Jadi yang membandel dikenakan sanksi tegas, biar jadi contoh juga buat tempat usaha yang lain,” ungkap Asep kepada wartawan, Minggu (24/1/2021).

Dijelaskan Asep, tempat usaha yang dikenakan sanksi pelanggaran jumlah kapasitas pengunjung diantaranya Kopi Pemuda yang dikenakan sanksi denda administrasi Rp500 ribu, lalu Kopi Sappa dikenakan sanksi administratif Rp250 ribu, Restoran Go Grill Ah dan Kafe Savana yang diberikan teguran.

Kemudian, yang melanggar jam operasional diantaranya Restoran Juragan Kerang dikenakan sanksi administratif Rp250 ribu, Cafe Kabinet dikenakan sanksi administratif Rp250 ribu

Sedangkan dua kafe atau restoran yakni True Colours Coffe disegel dan ACF Resto and Cafe, mendapat sanksi penyegelan. Khusus untuk tempat usaha yang disegel, kata dia, penyegelan berlaku hingga masa PPKM tahap pertama selesai pada Senin (25/1/2021).

“Untuk yang disegel, tetap dalam kondisi disegel sampai pemberlakuan PPKM selesai,” ujar Asep.

Tak hanya tempat usaha, Asep juga menambahkan, masih ada sembilan orang masyarakat yang terjaring razia karena tidak memakai masker.

Ia berharap, pada masa PPKM jilid II pada 26 Januari hingga 8 Februari, masyarakat dan pelaku usaha bisa tertib.

“Kami harap ketika nanti berlaku perpanjangan PPKM yang kedua, para pelaku usaha dapat lebih mematuhi ketentuannya,” tutup dia.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.