Karena ini, Masih Banyak Pengguna Jalan di Cianjur Yang Tersandung Sanki Administrasi

CIANJUR— Tim gabungan Satgas Covid-19 yang terdiri dari Satpol-PP dan Damkar, Dinas Pehubungan (Dishub) Cianjur, Denpom Cianjur, TNI/Polri, Selasa (24/8/2021), menggelar operasi yustisi di Siliwangi tepatnya, di depan Taman Kreatif Joglo Cianjur. Operasasi yustisi tersebut, dilakukan bagi masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan empat yang tidak menggunakan masker akan dikenakan sanki administrasi sebesar Rp100.000.


Kepala Seksi Pengawasan Internal Aparatur (Kasi-PAI) Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Tomi Subarna membenarkan jika pihaknya tengah melaksanakan operasi yustisi dalam rangka penegakan kedisiplinan masyarakat terhadap sistim protokol kesehatan (Prokes). “Memang operasi yustisi sistim penerapan prokes ini, dalam sepekan hampir mencapai sebanyak 140 orang yang kedapatan tidak menggunakan masker. Sehingga jika dikalkulasikan, rata-rata dalam sehari itu, berkisar mencapai 20 orang lebih yang kedapatan tidak menggunakan masker,” kata Tomi kepada Pakar Online, Selasa (24/8/2021).


Jumlah kasus pelanggaran tersebut, lanjut Tomi, terbilang menurun jika dibandingkan sanki administrasi beberapa bulan sebelumnya. Tujuan dari operasi yustisi prokes ini, untuk menekan penyebaran Covid-19. Dalam menjalankan penegakan kedisiplinan masyarakat, terhadap prokes dengan cara mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M).


“Memang pemberlakuan sanki adminitarsi dengan denda Rp 100.000 ini, untuk mengingatkan masyarakat agar tetap patuh terhadap kedisiplinan sistim prokes. Dengan adanya operasi yustisi ini, angka kasus penyebaran Covid-19 menurun drastis diwilayah Kabupaten Cianjur,” tegasnya.


Sebelumnya, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi membenarkan sanki administrasi tersebut, kembali akan diberlakukan bagi pengguna kendaraan bermotor roda dua (R2) maupun empat (R4) yang kedapatan tidak masker akan diberi sanki administrasi sebesar Rp 100 ribu. Sebelumnya memang sempat dihapus, sekarang di PPKM Darurat level 3 ini, sanksi administrasi akan kembali diberlakukan tapi lebih ke pengguna jalan,” tegas Hendri usai mengikuti upacara HUT RI di halaman Pemkab Cianjur.


Hingga saat ini, lanjut Hendri penyekatan difokuskan khusus diwilayah perkotaan Kabupaten Cianjur. Pasalnya, dengan terus melakukan kegiatan penyekatan di pusat kota dengan PPKM level 3, tingkat atau angka kasus pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) turun drastis. “Makanya penyekatan dioftimalkan dan dipusatkan diwilayah sekitar kota Cianjur saja. Disetiap hari dan setiap paginya saat ini paling rata-rata hanya mencapai 10 orang saja. Artinya memang masih ada, tapi tidak separah diwaktu sebelumnya,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.