Karena Hal Ini, Kemenpora Resmi Menunda Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional

BOGOR – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVI tahun 2021, yang rencanannya akan digelar di Provinsi Sumatera Selatan, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada 25 Agustus hingga 5 September 2021.

Penundaan pelaksanaan Popnas 2021, tersebut mengacu kepada surat yang diterbitkan Menpora tertanggal Senin 19 April 2021, Nomor: RO.00.01/04.19.i/D.IV-2/IV/2021, perihal Penundaan Popnas XVI 2021.

Dalam isi surat yang ditandatangani Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, dan sekaligus selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Chandra Bakti, menyampaikan pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan komitmen Provinsi Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung menjadi tuan rumah Popnas XVI tahun 2021, yang rencannya akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus hingga 5 September 2021.

Kami juga mengapresiasi segala dedikasi dan upaya dari tuan rumah yang telah mempersiapkan multievent dua tahunan ini dengan baik dan sungguh-sungguh.

Menindak lanjuti Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Nomor 7 Tahun 2021, tanggal 9 Februari 2021 perihal Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada masa Pandemi COVID-19, yang kami pandang akan mempengaruhi pelaksanaan Popnas XVI 2021 baik dari segi teknis maupun penganggaran, bersama dengan ini kami sampaikan kepada saudara hal-hal sebagai berikut.

  1. Dengan kondisi saat inu, dimana Pemberlakulan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sedang dijalankan, prokes akan berdampak langsung pada persiapan olahragawan yang tidak optimal.
  2. Pembatas protokol kesehatan yang ketat selama pandemi akan mempengaruhi anggaran transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Sesuai dengan anjuran pemerintah transportasi dan akomodasi/hotel/ruangan hanya bisa diisi sebanyak 50 persen dari kapasitas total, hal ini akan membuat anggaran menjadi membengkak dari anggaran yang telah disiapkan.
  3. Pemerintah belum akan memvaksinasi kelompok masyarakat berusia di bawah 18 tahun. Kebijakan ini akan menambah rentan resiko tertular COVID-19 kepada olahragawan peserta Lopnas yang maksimal berusia 18 tahun.
  4. Pembatalan ASEAN School Games 2021, sebagai kelanjutan linier dari Popnas di tingkat Regional Asia Tenggara.
  5. Surat masukan dan saran dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi yang sebagian besar menghendaki adanya penundaan Popnas XVI 2021 menjadi tahun 2023.
  6. Berdasarkan data yang masuk pada bulan Februari 2021, Popnas XVI 2021 akan diikuti sebanyak 6.950 olahragawan dan pelatih. Serta official dan perangkat pertandingan yang diperkirakan berjumlah 2000 orang. Dengan jumlah tersebut akan membebani dan menyulitkan tuan rumah dalam hal penyelenggaraan event pertandingan keolahragaan yang harus sesuai protokol kesehatan yang diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat ditempat umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami memutuskan untuk menunda Popnas XVI dari tahun 2021 ke tahun 2023, di Provinsi Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung. Keputusan ini di ambil mengingat tahun 2022 akan diselenggarakan Pra Popnas.

Tembusan, Menpora, Gubernur Seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Kepala Dinas Tingkat Provinsi yang membidangi keolahragaan seluruh Indonesia, dan Ketua Umum PP/PB Cabang Olahraga peserta dan eksebisi Popnas. =ADI/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.