Kantor Pelayanan Disdukcapil Digeruduk Ratusan Pendatang Baru Saat Hari Pertama Masuk Kerja

Suasana pelayanan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor. (Ist)

CIBINONG – Ratusan pendatang baru luar daerah mendatangi Kantor Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor dihari pertama masuk kerja, pada Selasa (16/4/2024). Para pendatang tersebut datang ke kantor pelayanan bermaksud untuk memperbaharui identitas KTP untuk tinggal di Bumi Tegar Beriman.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Hadijana mengatakan bahwa hari pertama ini merupakan hari membludaknya para pendatang baru datang untuk mengurus surat indentitas tinggal di Kabupaten Bogor. “Kita punya data di Dasbor, bahkan dari kemarin saja Januari-Maret jumlah masyarakat mengurus surat datang itu sudah tinggi dan ditambah per-hari ini membludak sekali, mungkin ada ratusan orang yang datang ke Kantor Pelayanan Disdukcapil,” katanya kepada PAKAR, pada Selasa 16 April 2024.

Ia mengungkapkan bahwa para pendatang tersebut paling banyak berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan dan Sumatra. “Secara agregat itu sehari ada 800 orang dan anggap lah 90 persennya itu dari Jakarta yang artinya 720 orang. Tapi daerah lain ada dari Jawa pindah ke Bogor ataupun dari Kalimantan ke Bogor, makanya mulai bulan Mei nanti kita akan melakukan rapat secara teknis untuk menyiapkan para pendatang baru ini,” ungkapnya.

Meskipun begitu dirinya bersama Pemerintah Kabupaten Bogor telah mempertimbangkan jumlah pendatang baru tersebut dengan mempertambah pelayanan pendidikan, kesehatan dan sosial yang harus disesuaikan. “Pemda siap tidak siap, harus kita layani tapi permasalahannya data itu harus akurat dan mereka di Bogor ini tinggal dimana. Jangan sampai pindah ke Bogor tapi tidak jelas tinggalnya, nah itu akan berdampak ke indentitas mereka dengan di nonaktifkan KTP sehingga tidak berlaku untuk mengurus surat-surat lainnya bahkan sulit mendapatkan pekerjaan,” imbuhnya.

Hadijana juga menghimbau kepada para pendatang tersebut agar membawa identitas saat datang ke Kabupaten Bogor untuk mengadu nasib. “Meskipun tidak ada sanksi tapi kita hanya bisa menghimbau kepada mereka apa lagi masyarakat yang jauh dari perkotaan. Jadi sosialisasi itu harus dan mereka pada umumnya datang ke kabupaten bogor pasti punya harapan dan tentunya mereka punya koneksi ataupun relasi bahwa di Jakarta ataupun di Bogor seperti ini lebih baik dari pada di kampung halaman,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.