Kanit Pol PP Kecamatan Kemang Ajak Semua Satgas dan Masyarakat Peduli Pencegahan Covid-19

Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Kemang, Yazidil Bustomi. IST

KEMANG – Penanganan Covid-19 dilakukan dengan skala mikro, dengan artian bahwa semua unsur dalam struktur Satgas Covid-19 PSBB Berskala Mikro dilibatkan dari mulai unsur aparatur, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya.

Demikian diungkapkan Yazidil Bustomi, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Kemang saat dijumpai media dalam giat monitoring pelaksanaan prokes di kolam renang SWP Desa Tegal.

Pria yang akrab disapa Tomi ini menjelaskan, kenapa semua komponen masyarakat dilibatkan dan diberdayakan dalam upaya pencegahan Covid berskala mikro, hal itu di karenakan tidak semua masyarakat mau menerima pesan bahasa yang seragam tapi butuh bahasa beragam.

“Oleh karena itu ada bahasa agama yang bisa dimengerti dan dipatuhi oleh sebagian masyarakat, maka tentu tokoh agama lah yang berfungsi menyampaikannya. Adapula pesan bahasa yang bisa ditangkap oleh kalangan milenial, maka tokoh pemuda lah sebagai juru bicara pencegahan Covid-19,” bebernya.

Ia menambahkan, pelibatan dan pemberdayaan semua unsur masyarakat tersebut, dirapkan mampu memunculkan girroh (semangat) yang berangkat dari kepedulian dan kesalehan individu lalu ter-ejawantahkan menjadi kesalehan sosial.

“itulah ciri-ciri Ketaqwaan yang sesungguhnya sebagai cerminan aplikasi puasa kita selama satu bulan penuh kita sekolah kmpus Ramadan,” imbuhnya.

Pemerintah Kecamatan Kemang, lanjutnya, telah melakukan giat sosialisasi pembentukan Satgas per RT/RW di semua Desa/Kelurahan. Struktur Satgas Covid-19 Berskala Mikro melibatkan para Ketua RT, RW, Tomas, Toga dan Toda sebagai perangkat yang lebih dekat dengan warganya.

“Karena warga adalah sebagai target pelayanan utama. Kami sudah tegaskan kepada setiap Satgas RT untuk memfungsikan Posko Covid-19 yang telah terbentuk di setiap RT,” jelasnya.

Namun Tomi mempertanyakan pelaksanaan gerakan Satgas yang notabene telah terbentuk di tiap desa hingga tingkat RT dalam melihat fenomena yang terjadi di masyarakatnya sendiri, contoh adanya kerumunan dan sebagainya.

Masih kata Tomi, yang dibutuhkan sekarang adalah semua personal harus melahirkan kepedulian yang berangkat dari individunya masing-masing. Itulah ruh kesalehan sosial yang dicita-citakan dalam visi misi Kabupaten Bogor di kepemimpinan Bupati Ade Yasin.

“Kesalehan sosial adalah adanya rasa peduli dalam setiap individu dan mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Itulah ruh kesalehan sosial,” pungkasnya. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.