Kampus Budi Bakti Harus Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Lahirkan Sarjana Paripurna

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi saat memberikan orasi ilmiah dalam Penyambutan Mahasiswa Baru Kampus Budi Bakti tahun akademik 2021/2022 di Aula Masjid Al Madina Dompet Dhuafa. IST

KEMANG – Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Nasyith Majidi menghadiri kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Kampus Budi Bakti tahun akademik 2021/2022 di Aula Masjid Al Madina Dompet Dhuafa, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Dalam penyampaian orasi ilmiah di kegiatan tersebut, Nasyith Majidi menyatakan bahwa Kampus Budi Bakti harus mampu menjadi pusat ilmu pengetahuan yaitu tempat ilmu amaliah dan ilmu ilmiah dipelajari kemudian diimplementasikan.

“Harapannya lulusan kampus Budi Bakti menjadi sarjana paripurna. Sarjana dengan karakter profetik kenabian yaitu amanah, sidiq, tabligh dan fatonah,” harap Nasyith Majidi, yang merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (2/9/2021).

Dalam orasinya, Nasyith Majidi juga memberikan pesan – pesan kepada mahasiswa kampus Budi Bakti, agar memiliki karakter profetik, punya semangat tinggi, niat tulus dan memperhatikan prinsip-prinsip (adab) menuntut ilmu sehingga ketika lulus dari mahasiswa tidak menjadi manusia-manusia cerdas tapi membuat kerusakan besar.

Nasyith kemudian menjelaskan mengenai berbagai karakter profetik tersebut. Pertama, Sidiq. Karakter sidiq (jujur) telah menjadi barang langka saat ini. Kini makin banyak orang yang cerdas namun tidak jujur, akibatnya resiko kerusakan menjadi lebih besar.

Kedua, sifat Tabligh. Lulusan kampus Budi Bakti harus bisa mengamalkan, menyampaikan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan karakter profetik kepada orang lain.

“Jika tidak menyebarkan ilmunya maka ibarat pohon tanpa buah, kering. Semakin banyak ilmu dibagikan kepada orang lain maka ilmu terus berkembang,” ujarnya.

Ketiga, sikap Amanah. Kelak lulusan kampus Budi Bakti menjadi orang orang yang memiliki kemampuan untuk menjaga amanah ketika diberikan kepercayaan.

“Yang Keempat adalah Fatonah. Harapannya dalam proses belajar mengajar di kampus Budi Bakti akan mampu menjadi manusia – manusia cerdas hati dan pikirannya,” tegasnya.

Nasyith juga memberikan pesan moral bahwa ijazah bukanlah suatu orientasi kuliah di kampus Budi Bakti. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang kepemilikian gelar tertentu namun berbasis pengetahuan, kemampuan dan, karakter.

Kini perusahaan-perusahaan besar tidak lagi hanya sekadar melihat gelar namun menguji kapasitas yang di miliki. Maka lulusan paripurna profetik harus menjadi orientasi ketika mencari ilmu pengetahuan bukan menjadikan selembar ijazah sarjana sebagai tujuan.

“Mahasiswa harus berani bermimpi mengejar cita-cita. Mimpi akan menjadi pendorong semangat untuk belajar, menuntut ilmu, berusaha dan berjuang keras, konsisten hingga lulus. Jangan lelah untuk belajar, jangan merasa pintar. Mahasiswa harus terus lapar ilmu pengetahuan,” pungkasnya. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.