Kadisdik Ancang-ancang tindak SDN Cisarua 01

0
502

BOGOR – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, tidak pernah membenarkan atau melarang sekolah mengadakan kegiatan perpisahan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Tb Luthfie Syam, menyikapi rencana kegiatan perpisahan SDN Cisarua 01, Kecamatan Cisarua, yang biayanya menelan anggaran puluhan juta rupiah dan dibebankan ke peserta didik.

“Konsep perpisahannya seperti apa sih yang direncanakan, kalau memang mewah dan membutuhkan anggaran besar, silakan tanyakan ke sekolah dulu. Apakah sudah dimusyawarahkan atau belum,” katanya, Senin (18/3/2019).

Luthfie mengaku tidak bisa menindak apabila rencana tersebut sudah dilalui dengan jalur musyawarah antara orangtua murid dengan komite dan sekolah. Sebaliknya, tindakan akan diberikan bila sekolah memberikan penekanan atau memaksa dan tidak ada pengecualian bagi peserta didik yang kurang mampu tetap harus membayar penuh.

“Bukan kita (Disdik) membenarkan ya, tapi silakan ditabayunkan dulu ke kepala sekolahnya. Kalau memang sudah terjadi penekanan baru kita sikapi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, rencana kegiatan perpisahan SDN Cisarua 01 dipertanyakan sejumlah wali murid. Menyusul besarnya anggaran yang dibebankan.

Berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan pada 15 Maret, dirincikan biaya samenan yang rencananya diadakan tanggal 20 Juni 2019 mencapai sekitar Rp51.519.200.

“Biaya puluhan juta tersebut, sepenuhnya menjadi beban orang tua murid. Bahkan, dalam rincian biaya kegiatan disebutkan belanja seragam untuk 27 guru sekitar Rp.4.050.000, termasuk biaya tak terduga Rp7.000.000, juga menjadi tanggung jawab wali murid,” ujar salah seorang wali murid, J.

Dijelaskan, untuk murid kelas 1-5 berkewajiban membayar Rp60.000, sementara untuk siswa kelas 6 Rp200.000.

Adapun jumlah peserta didik kelas 1-5 sebanyak 440 orang, jika dikalikan Rp 60.000 maka akan terkumpul Rp26.400.000. Sementara untuk kelas 6 jumlah siswanya mencapai 126 anak, jika dikalikan 200.000 maka jumlahnya sekitar Rp25.200.000.

Dengan demikian, jika digabung pungutan biaya samenan dari murid secara keseluruhan mencapai Rp51.600.000.

“Saat rapat tidak semua orangtua murid hadir, tapi dianggap sudah setuju,” katanya.

Dia juga menjelaskan jika batas akhir pembayaran yang telah disepakati jatuh tempo pada akhir Mei mendatang.

Orangtua murid sekolah beralias SD Center lainnya, C juga menyatakan geram.

Menurut dia, pungutan di sekolah sudah dilarang keras melalui Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Namun faktanya, komite sekolah masih membebani siswa dengan berbagai alasan.

“Biaya perpisahan mencapai puluhan juta. Mirisnya, seragam guru untuk acara dibiayai murid,” kesalnya.

Sementara, baik pihak SDN Cisarua 01 maupun komite sekolah belum dapat dikonfirmasi.

ACHMAD KURNIAWAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.